Gianyar – ortubali.id, Sebanyak 618 bonsai dari berbagai wilayah di Indonesia seperti Bali, Pulau Jawa, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT) ambil bagian dalam pameran bonsai yang digelar di Alun-Alun Kota Gianyar. Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari sepekan, mulai 24 April hingga 2 Mei 2026.
Pameran yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Gianyar ini resmi dibuka dengan prosesi pemotongan pita oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama, Rabu (29/4/2026). Pembukaan turut disaksikan oleh sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), panitia, serta ratusan pecinta bonsai yang memadati lokasi acara.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda Gianyar yang juga menjabat sebagai Ketua PPBI Cabang Gianyar, yang akrab disapa Gusti Bem, menyampaikan optimisme terhadap perkembangan bonsai di Gianyar. Menurutnya, tren pameran yang terus berkembang menjadi indikator kuat meningkatnya kecintaan masyarakat terhadap lingkungan.
“Prospek bonsai sangat bagus di Gianyar. Ini tidak hanya soal seni, tetapi juga bagaimana masyarakat membangun kecintaan terhadap lingkungan melalui pemeliharaan tanaman bonsai,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Pameran, I Wayan Artana, menjelaskan bahwa kontes bonsai tahun ini memiliki perbedaan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Salah satunya adalah proses seleksi peserta yang lebih ketat, sehingga hanya bonsai dengan kualitas dan potensi terbaik yang ditampilkan.
“Jumlah peserta memang lebih sedikit dibandingkan sebelumnya, yakni 618 bonsai. Hal ini karena panitia melakukan seleksi secara lebih ketat, agar bonsai yang dipamerkan benar-benar memiliki prospek dan kualitas rawatan yang baik,” jelasnya.
Ia menambahkan, aspek penting yang menjadi perhatian sejak awal adalah bahan dasar bonsai yang telah memiliki pola gerak dan karakter kuat. Dengan fondasi tersebut, bonsai dinilai memiliki peluang lebih besar untuk berkembang menjadi karya bernilai tinggi di masa depan.
Meski terdapat pengetatan seleksi, sistem penjurian tetap mengacu pada standar profesional seperti tahun sebelumnya. Penilaian dilakukan secara bertahap oleh dewan juri dengan sejumlah kriteria utama, di antaranya gaya (style), karakter tanaman, alur gerak, serta kesehatan tanaman dan keserasian pot.
Selain itu, penilaian juga mempertimbangkan klasifikasi ukuran bonsai, mulai dari kecil, medium, besar, hingga imperial. Sementara untuk kelas kontes dibagi menjadi prospek, pratama, madya, utama, hingga bintang, sesuai tingkat kematangan dan estetika bonsai.
Tak kalah penting, bonsai yang dilombakan juga harus mencerminkan miniatur pohon di alam bebas dengan proporsi yang seimbang, sehingga menghadirkan kesan alami dalam skala kecil.
Sebagai bagian dari rangkaian acara, penancapan bendera dan penyerahan piala kepada para pemenang dilakukan langsung oleh Sekda Gianyar. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para pecinta bonsai untuk saling berbagi pengalaman sekaligus meningkatkan kualitas karya.
Pameran bonsai di Gianyar ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang edukasi dan apresiasi seni tanaman yang diharapkan mampu terus berkembang serta memberikan dampak positif bagi pelestarian lingkungan.sr


