Peristiwa

Ancaman Abrasi Meningkat, Warga Pesisir Monggalan Segera Dipindahkan

Ketujuh keluarga tersebut akan diprioritaskan untuk direlokasi ke Rumah Deret Santhi Rahayu yang berada di Desa Sulang

ortibali.id
ortibali.id
Jumat, 10 April 2026 • 19:26 WITA 2 mnt baca 242
Bagikan:

KLUNGKUNG – Ancaman abrasi yang terus menggerus kawasan pesisir Pantai Monggalan, Desa Kusamba, Kabupaten Klungkung, memaksa pemerintah daerah bergerak cepat. Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, memimpin langsung rapat koordinasi guna membahas langkah relokasi warga terdampak, Jumat (10/4), di Ruang Rapat Kantor Desa Kusamba.

Rapat tersebut digelar sebagai respons atas kondisi darurat lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Abrasi yang terjadi tidak hanya merusak garis pantai, tetapi juga mengancam keselamatan dan tempat tinggal warga yang bermukim di kawasan pesisir.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya menyampaikan keprihatinan mendalam atas kerusakan yang terjadi di Pantai Monggalan. Ia menegaskan bahwa keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah, sehingga langkah relokasi harus segera direalisasikan.

“Kondisi di Pantai Monggalan sudah sangat parah akibat abrasi. Kami mengambil langkah cepat untuk merelokasi warga ke tempat yang lebih aman dan nyaman, agar mereka segera memiliki hunian yang layak huni,” tegasnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah akan berupaya memastikan proses relokasi berjalan lancar, termasuk dari sisi kesiapan lokasi, infrastruktur, hingga dukungan sosial bagi warga terdampak.

Sementara itu, Perbekel Desa Kusamba, Nengah Semadi Adnyana, melaporkan bahwa terdapat 12 Kepala Keluarga (KK) yang terdampak langsung oleh abrasi di wilayah Monggalan. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7 KK diketahui tidak memiliki lahan pribadi, sehingga tidak memungkinkan untuk mendapatkan bantuan program bedah rumah di lokasi semula.

“Ketujuh keluarga tersebut akan diprioritaskan untuk direlokasi ke Rumah Deret Santhi Rahayu yang berada di Desa Sulang. Ini menjadi solusi jangka pendek agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang layak,” jelasnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi menjadi faktor utama percepatan relokasi. Pemerintah desa bersama pihak terkait berharap proses eksekusi dapat dilakukan dalam waktu dekat guna menghindari risiko yang lebih besar.

Selain relokasi, rapat koordinasi juga membahas langkah penanganan jangka panjang terhadap abrasi, termasuk kemungkinan pembangunan infrastruktur pelindung pantai serta kajian lingkungan lebih lanjut.

Dengan situasi yang semakin mendesak, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan instansi terkait menjadi kunci dalam memastikan keselamatan warga sekaligus menjaga keberlanjutan kawasan pesisir di Klungkung.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan