Peristiwa

Bade Tumpang Sia Disertakan Saat Pelebon Anak Agung Gede Raka Semara Putra

Jenazah kemudian diusung melalui Pamedal Agung, melewati Ancak Saji, dan dinaikkan ke atas Bade

Satya Raditya
Satya Raditya
Jumat, 13 Juni 2025 • 19:31 WITA 2 mnt baca 363
Bagikan:

Gianyar, ortibali.id – Prosesi puncak Upacara Palebon (pembakaran jenazah secara adat Bali) untuk Anak Agung Gde Raka Semara Putra, tokoh dari Puri Agung Gianyar, berlangsung khidmat dan agung pada Jumat (13/6/2025). Almarhum yang berpulang dalam usia 49 tahun, diiringi dengan Bade Tumpang Sia, diarak menuju Setra Desa Adat Beng, Gianyar.


Bade megah bertingkat sembilan yang menjadi tempat persemayaman layon sempat ditempatkan di perempatan Puri, sebagai simbol peralihan dari alam sekala ke niskala. Jenazah sebelumnya disemayamkan di Bale Semanggen, sebuah area khusus di dalam Puri, sebelum dibawa melewati Kori Agung menuju tempat pementasan prosesi.


“Saat puncak Palebon, digelar sasolahan Gambuh Masutasoma. Ini merupakan persembahan seni sakral dari Desa Buda Keling, Karangasem,” ungkap AA Gde Mayun, Manggala Utama Puri-Puri Pratisentana Ida Bhatara Manggis Kuning.


Pada akhir sasolahan, dilaksanakan prosesi penjemputan layon oleh keluarga dan kerabat dekat dari Bale Semanggen. Jenazah kemudian diusung melalui Pamedal Agung, melewati Ancak Saji, dan dinaikkan ke atas Bade Tumpang Sia sebelum diberangkatkan menuju Setra.


Setibanya di Setra Beng, jenazah diperabukan di dalam Patulangan Lembu Cemeng, yakni lembu berwarna hitam sebagai wahana spiritual pengantar atma ke alam suci. Prosesi kemudian ditutup dengan Upacara Nganyut di Pantai Masceti, Blahbatuh, Gianyar, sebagai simbol penyucian terakhir dan pengembalian unsur Panca Maha Bhuta ke alam.


“Upacara Palebon ini tidak hanya menjadi penghormatan terakhir bagi beliau, tetapi juga wujud nyata pelestarian adat dan budaya luhur Bali yang terus dijunjung tinggi oleh Puri Agung Gianyar,” tambah AA Gde Mayun.


Upacara ini melibatkan peran aktif berbagai Banjar dan Desa Adat di sekitar Puri, Banjar Adat Sengguan Kawan, Banjar Adat Sengguan Kaja Kangin, Banjar Sangging, Banjar Pasdalem Kaja Kangin, Desa Adat Abianbase,

Desa Adat Samplangan


Seluruh rangkaian prosesi berlangsung tertib, sakral, dan penuh makna, menandai lelayu seorang tokoh Puri yang dikenang tidak hanya karena kedudukannya, tetapi juga kepeduliannya terhadap budaya Bali.


sr/id

Satya Raditya
Jurnalis Orti Bali

Satya Raditya

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan