GIANYAR – Berangkat dari masa kecil yang penuh keterbatasan, Komang Yati Mandari—atau akrab disapa Komang Yatik—berhasil membuktikan bahwa kerja keras dan ketekunan dapat mengubah hidup. Perempuan asal Gianyar ini kini sukses mengembangkan usaha olahan kelapa dengan merek Bali Ayu, yang produknya telah menembus pasar ekspor dan memberdayakan puluhan ibu rumah tangga di sekitarnya.
Kisah inspiratif ini dituturkan langsung oleh Komang Yatik saat ditemui di rumah produksinya di Jalan Selukat, Desa Keramas, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar, Kamis (24/7/2025).
Dari Masa Sulit ke Jalan Wirausaha
Komang Yatik ditinggal sang ayah sejak masih berusia satu tahun. Masa kecilnya dilalui dalam kondisi ekonomi yang sulit. Sejak duduk di kelas 4 SD, ia sudah bekerja di tempat tenun untuk membantu kebutuhan hidup, sambil terus bersekolah.
Meski tergolong berprestasi di sekolah, Yatik menolak berbagai tawaran menjadi ketua kelas maupun pengurus OSIS karena kesibukannya bekerja. Semangat untuk tetap menempuh pendidikan membuatnya memilih bersekolah di swasta agar bisa mencicil biaya sekolah sambil terus bekerja.
Setelah lulus SMP dan SMA, ia sempat bekerja sebagai penjaga toko di Kuta hingga menjadi staf di perusahaan asing. Namun, ketertarikan terhadap tantangan baru membuatnya memutuskan untuk menjadi wirausaha.
Titik Balik: Kelapa Jadi Andalan
Tahun 1998 menjadi titik balik. Yatik memutuskan untuk mengolah kelapa menjadi produk bernilai tinggi. Ia memulai dari produk lilin aromaterapi dan minyak esensial rempah. Keunikan bahan dasar kelapa—yang mudah didapat dan tidak mengenal musim—menjadi keunggulan utama bisnisnya.
Hampir seluruh bagian kelapa ia manfaatkan: dari isi kelapa untuk virgin coconut oil (VCO), batok kelapa menjadi tempat lilin, hingga produk-produk kerajinan dan aromaterapi.
Kini, lebih dari 100 varian produk telah dikembangkan, mulai dari minyak gosok, dupa, kotak kemasan, hingga perawatan tubuh berbahan alami. Semua diproduksi dengan sistem home industry yang melibatkan 30 pekerja, di mana 90 persen adalah ibu rumah tangga dan pensiunan.
Tembus Pasar Ekspor, Dilirik Shopee
Produk Bali Ayu kini lebih banyak dipasarkan ke luar negeri, seperti Prancis, Singapura, negara-negara Eropa, dan kawasan Asia Tenggara. Proses distribusi dilakukan melalui kerja sama dengan jasa kargo yang membantu dalam pengemasan dan pelabelan produk.
Tingginya minat pasar terhadap produk alami berbahan kelapa membuat pesanan mencapai ratusan per hari. Atas pencapaian ini, Komang Yatik pun dilirik oleh platform e-commerce Shopee. Tim Shopee secara khusus melakukan kunjungan (seller visit) ke rumah produksinya di Gianyar, guna melihat langsung proses produksi dan potensi pengembangan skala digital global.
Mimpi Memberdayakan Warga Sekitar
Dengan nama besar Bali Ayu yang terus tumbuh, Yatik berharap usahanya dapat memberi manfaat lebih luas. Selain memperkuat pemasaran luar negeri, ia ingin menjadikan usahanya sebagai penggerak ekonomi lokal dengan melibatkan lebih banyak petani kelapa dan warga sekitar sebagai pemasok bahan baku dan tenaga kerja.
Kini, di tengah kesibukan sebagai pebisnis, Yatik tetap sederhana dan dekat dengan keluarga. Ia dikaruniai dua anak: Ni Wayan Putri Antari (25) dan Kadek Miko Merta Yoga (23), yang perlahan mulai terlibat dalam pengelolaan usaha.
Kisah Komang Yatik adalah bukti nyata bahwa dari setetes minyak kelapa, bisa lahir harapan besar yang menyinari banyak kehidupan.
Redaksi
Reporter: Tim Ortibali.id
Editor: I Made Wiradnyana
Foto: Dokumentasi Bali Ayu


