Peristiwa

Bayi 4 Bulan Asal Pejeng Meninggal di RSUD Sanjiwani, Sekda Gianyar Sampaikan Belasungkawa

Seluruh tahapan pelayanan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.

ortibali.id
ortibali.id
Jumat, 08 Agustus 2025 • 18:09 WITA 2 mnt baca 846
Bagikan:

Gianyar I ortibali.id - Duka mendalam dirasakan keluarga bayi berinisial NKAMP asal Banjar Kelusu, Desa Pejeng, setelah sang bayi meninggal dunia di RSUD Sanjiwani Gianyar pada Selasa, 6 Agustus 2025. Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Sekretaris Daerah (Sekda) Dewa Gde Alit Mudiarta menyampaikan belasungkawa dan permakluman atas pelayanan yang telah diberikan rumah sakit.


Dalam keterangannya, Jumat (8/8), Sekda Dewa Alit didampingi Dirut RSUD Sanjiwani, dr. I Nyoman Bayu Widiartha, menegaskan bahwa seluruh tahapan pelayanan medis terhadap pasien telah dilakukan sesuai prosedur operasional standar (SOP) yang berlaku.


“Dengan rasa sedih, turut berduka cita yang mendalam dan prihatin, saya mewakili manajemen RSUD Sanjiwani dan Pemerintah Kabupaten Gianyar ingin menyampaikan permakluman dan belasungkawa atas meninggalnya pasien NKAMP pada tanggal 6 Agustus 2025,” ujarnya.


Menurut Sekda Dewa Alit, bayi NKAMP pertama kali datang ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Sanjiwani pada 3 Agustus 2025 pukul 23.44 WITA dengan keluhan demam hari pertama. Setelah dilakukan pemeriksaan, pemberian obat, serta observasi, kondisi pasien dinyatakan stabil dan diperbolehkan pulang dengan anjuran kontrol ke Poliklinik Anak.


Pasien kemudian kembali pada 5 Agustus 2025 dengan keluhan demam yang masih muncul disertai muntah dan penurunan minum. Dokter spesialis anak menyarankan rawat inap dan bayi dirawat di Gedung C Ayodya lantai 2, kelas 2.


“Perawatan telah dijalankan sesuai standar. Pada hari kedua, 6 Agustus 2025, dilakukan pemasangan infus paracetamol sesuai instruksi dokter. Namun, dalam prosesnya, pasien mengalami henti napas,” terang Sekda.


Lebih lanjut, Sekda menjelaskan bahwa pemasangan infus dilakukan oleh mahasiswa koasisten yang sedang praktik karena perawat saat itu mendapat panggilan dari pasien lain. Saat pemberian obat, bayi tiba-tiba mengalami henti napas yang diduga akibat aspirasi—cairan susu masuk ke saluran pernapasan.


Tim medis langsung melakukan resusitasi dan evakuasi cairan dari saluran napas. Bayi sempat dirujuk ke ruang intensif anak, namun upaya penyelamatan tidak berhasil. NKAMP dinyatakan meninggal pada pukul 17.44 WITA di hari yang sama.


Sekda Dewa Alit memastikan bahwa evaluasi akan terus dilakukan demi peningkatan kualitas layanan rumah sakit.


“Kami berkomitmen terus meningkatkan kualitas pelayanan di RSUD Sanjiwani Gianyar. Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Gianyar selama ini,” pungkasnya. (sr/id)

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan