Peristiwa

Bendungan Jebol, Sawah dan Budidaya Lele Terancam Kekeringan

Curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir membuat debit Sungai Pakerisan meningkat tajam

ortibali.id
ortibali.id
Kamis, 05 Februari 2026 • 12:19 WITA 2 mnt baca 244
Bagikan:

GIANYAR, ortibali.id – Jebolnya bendungan Sangsang, Des Lebih Gianyar, tmenyebabkan aliran Sungai Pakerisan terhenti dan berdampak langsung pada puluhan hektare sawah serta usaha budi daya ikan lele milik warga.

Tanaman padi yang baru berumur sekitar satu pekan kini terancam gagal tumbuh akibat terputusnya pasokan air. Kondisi serupa juga dialami para petani lele, karena kolam mereka sepenuhnya bergantung pada aliran air dari Bendungan Sangsang.

Tak hanya sektor pertanian dan perikanan, aktivitas harian warga Desa Lebih turut terganggu. Aliran Sungai Pakerisan yang selama ini dimanfaatkan masyarakat untuk mencuci dan kebutuhan rumah tangga kini tidak lagi mengalir.

Wakil Subak Sangsang, I Made Sedana Yoga, mengungkapkan bendungan tersebut sudah berulang kali mengalami kerusakan. Bendungan yang diduga dibangun sejak masa kolonial Belanda itu kini mengalami penurunan kualitas fisik akibat faktor usia.

“Curah hujan tinggi beberapa waktu terakhir membuat debit Sungai Pakerisan meningkat tajam, sehingga bendungan kembali jebol,” ujar pria yang akrab disapa Lojor, Kamis (5/2).

Menurut Lojor, krama subak bersama pemerintah desa sebenarnya telah beberapa kali melakukan perbaikan secara swadaya. Namun, upaya tersebut belum mampu bertahan lama karena kuatnya tekanan arus air saat debit sungai meningkat.

Ia menegaskan Bendungan Sangsang memiliki peran vital bagi masyarakat Desa Lebih. Selain sebagai sumber pengairan sawah, bendungan ini juga menopang usaha perikanan dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari warga.

Lojor juga menjelaskan bendungan tersebut dilengkapi sistem terowongan air bawah tanah sepanjang sekitar satu hingga dua kilometer, lengkap dengan pintu-pintu pengatur yang berfungsi membersihkan sampah penghambat aliran air.

“Karena air tidak mengalir, saya terpaksa memanen lele lebih awal dari waktu seharusnya,” ungkapnya.

Krama Subak Sangsang berharap Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Gianyar dapat memberikan perhatian serius melalui perbaikan bendungan secara menyeluruh dan berkelanjutan, mengingat fungsinya yang sangat vital bagi ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat setempat.

Sementara itu, Kapolsek Gianyar Kompol Made Adi Suryawan menyatakan pihaknya bersama Koramil Gianyar siap membantu warga dalam penanganan dampak kerusakan bendungan.

“Kami akan bersinergi dengan masyarakat dan pihak terkait untuk membantu penanganan sementara bendungan ini,” tegasnya.

Ia menambahkan, langkah tersebut sejalan dengan upaya mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah pusat.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan