Pendidikan

Bunda PAUD Gianyar Dorong Penguatan PAUD Holistik Integratif: Investasi Ganda untuk Anak dan Guru

Banyak guru PAUD, khususnya yang mengajar di lembaga swasta dan berstatus non-ASN

ortibali.id
ortibali.id
Rabu, 10 September 2025 • 21:47 WITA 2 mnt baca 803
Bagikan:

Gianyar, ortibali.id – Untuk memperkuat pelaksanaan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang Holistik Integratif (HI), Bunda PAUD Kabupaten Gianyar, Dr. Ida Ayu Surya Adnyani Mahayastra, menggelar kegiatan penguatan PAUD HI di Kori Maharani Villa, Senin (8/9). Acara ini sekaligus diisi dengan advokasi program jaminan sosial ketenagakerjaan, yang dinilai penting dalam mewujudkan PAUD bermutu melalui peningkatan kompetensi sekaligus kesejahteraan guru PAUD.


Dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Dayu Surya memimpin langsung para gugus tugas PAUD HI dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Ia menekankan pentingnya strategi tata kelola PAUD HI yang mencakup penguatan regulasi, kelembagaan lintas sektor, kapasitas, dukungan anggaran, serta penyusunan program relevan lainnya.


Plt. Kepala Dinas Pendidikan Gianyar, I Wayan Mawa, menjelaskan ada dua tantangan utama dalam mewujudkan PAUD berkualitas. Pertama, pendidikan anak usia dini yang belum optimal karena cenderung hanya menitikberatkan pada aspek kognitif, padahal masa usia dini adalah golden age yang membutuhkan stimulasi menyeluruh. Kedua, kesejahteraan guru PAUD yang masih rendah.


“Banyak guru PAUD, khususnya yang mengajar di lembaga swasta dan berstatus non-ASN, bekerja dengan honor minim tanpa jaminan sosial yang memadai. Kondisi ini membuat mereka sulit fokus sepenuhnya pada tugas mulia mendidik anak,” tegas Mawa.


Menurutnya, penguatan PAUD HI dan advokasi jaminan sosial harus berjalan beriringan. Tanpa guru yang sejahtera, program PAUD HI tidak akan berjalan optimal. Demikian juga advokasi sosial akan lebih efektif jika dilaksanakan dalam konteks pekerjaan mereka sebagai pendidik anak usia dini.


Bunda PAUD Dayu Surya menegaskan bahwa penguatan PAUD HI merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan usia dini secara menyeluruh. Program ini didasarkan pada pemahaman bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh aspek pendidikan formal, tetapi juga kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan.


Ia juga menetapkan delapan indikator panduan pelaksanaan PAUD HI, seperti kelas orang tua, pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak, koordinasi lintas sektor, penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), pemberian makanan tambahan, kepemilikan identitas anak, serta ketersediaan sanitasi.


“Golden age adalah masa emas pembentukan karakter anak. Guru PAUD punya peran sentral di fase ini, sehingga perlu konsentrasi penuh. Investasi pada anak usia dini sejatinya adalah investasi masa depan bangsa,” kata Dayu Surya.


Saat ini, program satu desa satu lembaga PAUD telah terealisasi di Gianyar. Hingga kini, terdapat 228 lembaga PAUD yang tersebar di seluruh kabupaten. (sr/id)

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan