Gianyar – ortibali.id, Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, akhirnya mengambil langkah tegas pasca serangkaian bencana alam yang melanda wilayahnya dalam beberapa pekan terakhir. Pemerintah Kabupaten Gianyar akan segera melakukan pemetaan potensi bencana sekaligus memperketat perizinan pembangunan, baik di sektor perumahan maupun pariwisata.
Dalam rapat bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Mahayastra menegaskan bahwa penyempitan lahan resapan menjadi penyebab utama banjir yang kerap terjadi, khususnya di kawasan selatan Gianyar.
Dari total 13 ribu hektar lahan persawahan yang sebelumnya menjadi daerah resapan air, kini diperkirakan hanya tersisa sekitar 7 hektar. Selebihnya telah beralih fungsi menjadi permukiman dan akomodasi pariwisata.
“Walau diyakini sulit mengembalikan alam seperti dulu, dengan kebijakan ini kami bisa memetakan dan meminimalisir dampak bencana,” ujar Mahayastra.
Melihat kondisi ini, Pemkab Gianyar menegaskan akan memperketat pemberian izin pembangunan. Setiap investor maupun pengembang pariwisata dan perumahan diwajibkan memenuhi syarat tertentu, termasuk rekomendasi teknis dari OPD terkait, agar pembangunan tidak semakin memperparah kerusakan lingkungan.
Langkah ini diharapkan dapat menjadi upaya mitigasi jangka panjang dalam menghadapi risiko bencana hidrometeorologi, sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan hidup di Gianyar. (sr/id)


