GIANYAR – Seorang buruh proyek bernama Rafael Ali M. Sufa (22), asal Sumatera Selatan, meninggal dunia akibat tersetrum listrik saat bekerja di proyek pembangunan dekat Resto Bebek Tepi Sawah, Banjar Teges Kanginan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud, Gianyar, Jumat (1/8/2025) siang.
Peristiwa tragis ini terjadi sekitar pukul 13.00 WITA ketika korban tengah melakukan pekerjaan injeksi dinding bersama rekannya. Menurut keterangan saksi, korban sempat berpamitan untuk melanjutkan pekerjaan sebelum terdengar suara ledakan dari arah lokasi ia bekerja.
Saksi bernama Rendi (42), rekan kerja korban, mengaku langsung mengecek ke sumber suara dan menemukan Rafael sudah tergeletak di tanah dalam kondisi kejang-kejang, dekat dengan gardu listrik di sisi barat tembok proyek.
“Saya dengar ledakan, langsung saya lari ke tempat Rafael kerja. Ternyata dia sudah tergeletak, kejang-kejang dekat gardu listrik,†ujar Rendi saat ditemui di lokasi.
Mendapati kondisi korban yang kritis, para pekerja langsung menghubungi pihak kepolisian dan PLN. Sekitar pukul 14.00 WITA, petugas dari Polsek Ubud bersama tim dari PLN Cabang Ubud tiba untuk melakukan olah TKP. Korban kemudian dilarikan ke RS Ari Canti, Mas, menggunakan ambulans untuk penanganan medis. Namun, nyawa korban tak dapat diselamatkan.
Dokter Anggitha Surya yang melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit. Pemeriksaan tubuh luar menunjukkan korban mengalami memar di dada kanan, luka bakar pada kaki kiri, luka robek di paha kiri, serta luka lecet di bagian muka.
Korban diketahui bernama lengkap Rafael Ali M. Sufa, kelahiran Bandung, 6 April 2003, dan berdomisili sementara di Jalan Imam Bonjol, Denpasar Barat. Korban bekerja sebagai buruh injeksi dinding di proyek tersebut bersama rekannya.
Mandor proyek, Doni Putra Sakti, S.T., membenarkan identitas korban dan memastikan bahwa pihak keluarga telah dihubungi. “Keluarga di Palembang sudah dikabari. Jenazah rencananya akan segera dikirim ke sana, tapi masih menunggu jadwal penerbangan,†ujarnya.
Menurut informasi dari pihak keluarga, mereka memilih tidak melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib dan menganggap peristiwa tersebut sebagai musibah.
Pihak kepolisian dan PLN masih menyelidiki lebih lanjut penyebab kejadian, termasuk kemungkinan adanya kelalaian atau pelanggaran keselamatan kerja di lokasi proyek. sr/id
Reporter: Tim Liputan Gianyar
Editor: Redaksi ortibali.id


