GIANYAR, ortibali.id – Tidak semua perjalanan dimulai dengan kemenangan. Ada yang diawali dengan kegagalan, air mata, dan tekad untuk mencoba lagi. Itulah kisah Ni Nyoman Triadi Adnyani, perempuan kelahiran 9 Juli 1997 asal Desa Buahan, Kecamatan Payangan, yang kini dipercaya memimpin Semeton Jegeg Bagus Gianyar periode 2024–2026.
Namanya mungkin tak langsung melambung saat pertama kali mengikuti ajang Jegeg Bagus Gianyar. Saat duduk di bangku kelas I SMA Negeri 1 Payangan, ia memberanikan diri mengirim surat pendaftaran seleksi. Namun, langkah awalnya harus terhenti. Ia gagal.
Alih-alih menyerah, kegagalan itu justru menjadi bahan bakar semangatnya. Pada 2014, Triadi kembali mencoba. Kali ini, ia berhasil lolos hingga menjadi finalis. Momen tersebut menjadi titik balik dalam hidupnya—membentuk karakter, menumbuhkan rasa percaya diri, sekaligus memperkuat kecintaannya pada dunia organisasi dan pelestarian budaya.
“Dulu sempat gagal tidak terpilih di Jegeg Bagus, tapi saya berhasil lolos pada pemilihan yang kedua,” kenangnya.
Kini, perempuan yang berdomisili di Banjar Batanancak, Desa Mas, Gianyar itu bukan hanya bagian dari sejarah Jegeg Bagus, melainkan nahkoda organisasi tersebut. Sebelum menjabat Ketua Umum, ia aktif sebagai seksi acara, kemudian dipercaya menjadi Wakil Ketua Umum. Konsistensi dan loyalitasnya menjadi alasan kuat ia didapuk memimpin periode 2024–2026.
Bagi Triadi, menjadi Jegeg bukan sekadar tentang selempang atau panggung gemerlap. Lebih dari itu, ada tanggung jawab moral yang melekat. Ia menegaskan, label Jegeg Bagus harus tercermin dalam perilaku, etika, dan penampilan di ruang publik. Rapi, sopan, dan mampu menjalankan peran dalam berbagai protokol kegiatan Pemerintah Kabupaten Gianyar menjadi standar yang ia pegang. Tak heran, ia kerap dipercaya menjadi MC dalam berbagai agenda resmi.
Di bawah kepemimpinannya, Semeton Jegeg Bagus Gianyar bergerak ke arah yang lebih inklusif. Jika sebelumnya organisasi berada di bawah naungan Dinas Pariwisata, kini ruang kolaborasi diperluas. Triadi mendorong sinergi lintas organisasi kepemudaan dan budaya agar Jegeg Bagus tak hanya dikenal sebagai duta pariwisata, tetapi juga agen perubahan yang memberi dampak nyata.
Aktivitasnya pun tak berhenti di sana. Ia juga pernah mengemban amanah sebagai Sekretaris KNPI Gianyar, Sekretaris Majelis Pemuda Indonesia Gianyar, serta Kader Pelestari Budaya Gianyar. Kiprahnya menunjukkan komitmen yang konsisten pada penguatan peran generasi muda.
Di tengah kesibukan dan tanggung jawabnya, Triadi selalu membawa satu pesan sederhana namun kuat: jangan pernah minder karena berasal dari desa.
“Kemampuan desa kita adalah kemampuan kita. Jangan pernah merasa kalah hanya karena berasal dari wilayah terpencil,” tegasnya.
Dari Buahan, Payangan, ia membuktikan bahwa batas geografis bukanlah batas mimpi. Dengan kerja keras dan dedikasi, seorang gadis desa bisa berdiri di garda depan, memimpin, dan menginspirasi.sr


