Peristiwa

Dinkes Gianyar Catat Desa Taro Masuk Desa dengan Angka Stunting Tertinggi, Pemkab Turunkan Tim Ahli

Target akhirnya adalah mewujudkan generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 20 Januari 2026 • 18:17 WITA 2 mnt baca 489
Bagikan:

Gianyar – ortibali.id,v Pemerintah Kabupaten Gianyar terus menggenjot percepatan penurunan stunting dengan menurunkan tim ahli ke delapan desa yang memiliki prevalensi stunting di atas enam persen. Salah satunya adalah Desa Taro, Kecamatan Tegallalang, yang tercatat memiliki 50 balita stunting atau 8,8 persen, termasuk salah satu yang tertinggi di Kabupaten Gianyar.

Pendampingan tim ahli ini dilaksanakan selama dua hari, 19–20 Januari 2026, sebagai tindak lanjut hasil Gerakan Pengukuran Serentak (GPS) Stunting November 2025. Kegiatan tersebut merupakan implementasi kebijakan nasional percepatan penurunan stunting melalui intervensi yang konvergen, terpadu, dan berkelanjutan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Gianyar, Ni Nyoman Ariyuni, Selasa (20/1), menjelaskan bahwa pendampingan ini bertujuan memastikan penanganan stunting di tingkat desa berjalan tepat sasaran dan berbasis data.

“Tim ahli berasal dari rumah sakit pemerintah maupun swasta, terdiri dari dokter spesialis anak, psikolog, nutrisionis, serta unsur pendukung lainnya. Mereka melakukan pendampingan langsung kepada balita sasaran, keluarga berisiko stunting, kader kesehatan, dan perangkat desa,” ujarnya.

Menurut Ariyuni, fokus pendampingan meliputi pemantauan tumbuh kembang balita, edukasi gizi seimbang, perbaikan pola asuh, serta penguatan peran keluarga dan masyarakat dalam mencegah stunting sejak dini.

Selain Desa Taro, tujuh desa lain yang menjadi sasaran pendampingan adalah Desa Kedisan dengan prevalensi stunting tertinggi mencapai 9 persen (29 balita), Desa Pejeng Kaja 7,9 persen, Desa Pupuan 7,8 persen, Desa Manukaya dan Desa Puhu masing-masing 7,2 persen, Desa Singakerta 7,1 persen, serta Desa Kelusa 6,8 persen.

Pemkab Gianyar berharap melalui pendampingan langsung tim ahli ini, intervensi stunting dapat berjalan lebih efektif dan terintegrasi, sehingga mampu menurunkan angka stunting secara signifikan di seluruh wilayah.

“Target akhirnya adalah mewujudkan generasi Gianyar yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tutup Ariyuni.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan