Pendidikan

DPRD Gianyar Kawal Program Pendidikan Gratis dan Dorong Penguatan Seni-Budaya

SPMB sudah berjalan lebih baik dari tahun ke tahun, dan ini penting untuk dilanjutkan ke depan,

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 25 Agustus 2025 • 14:10 WITA 3 mnt baca 941
Bagikan:

Gianyar, ortibali.id – DPRD Kabupaten Gianyar menggelar rapat kerja bersama Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan, Senin (25/8), membahas sejumlah program prioritas di sektor pendidikan dan kebudayaan. Agenda ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memastikan layanan pendidikan dan pelestarian budaya berjalan maksimal.


Dinas Pendidikan Gianyar melaporkan hasil evaluasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dinilai sudah berjalan baik dan terintegrasi dengan sistem nasional. Meski demikian, DPRD menekankan perlunya sosialisasi lebih intensif agar sistem ini semakin transparan dan mudah dipahami masyarakat.


Selain itu, menurut I Putu Gede Perbriantara, Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, kebutuhan penambahan rombongan belajar (rombel) menjadi perhatian utama, khususnya di wilayah Sukawati, untuk menampung jumlah siswa yang terus meningkat.


" SPMB sudah berjalan lebih baik dari tahun ke tahun, dan ini penting untuk dilanjutkan ke depan, termasuk penambahan rombel,” ujar perwakilan DPRD.


Program pendidikan gratis di Gianyar juga mendapat perhatian serius. Pemerintah akan merealisasikan pembagian perlengkapan sekolah gratis berupa empat set seragam, satu pasang sepatu, dan topi bagi seluruh siswa kelas 1 SD dan kelas 1 SMP di Gianyar.


Program yang menyasar sekitar 14 ribu siswa ini akan direalisasikan pada September 2025 dengan total anggaran Rp18 miliar. Rinciannya, 6.546 siswa SD dan 7.109 siswa SMP menjadi penerima manfaat. DPRD memastikan tidak ada siswa yang terlewat dan menekankan pengawasan agar program terbebas dari pungutan liar.


Selain itu, bagi siswa dari keluarga miskin, pemerintah juga menyiapkan tambahan buku dan alat tulis. Data menunjukkan terdapat 1.933 siswa SD dan 3.402 siswa SMP dari keluarga miskin yang akan menerima bantuan ini.


Dalam rapat, Komisi IV DPRD Gianyar juga membahas realisasi program beasiswa pendidikan tinggi gratis untuk tahun 2026. Program ini akan menjangkau 1.000 mahasiswa perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia dan 400 peserta Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).


Beasiswa ditujukan bagi siswa berprestasi dari keluarga tidak mampu, dengan pengajuan melalui desa/kelian dinas. Namun, siswa dari keluarga ASN/PNS serta penerima bantuan lain tidak dapat mengikuti program ini.


Selain sektor pendidikan, Dinas Kebudayaan bersama DPRD Gianyar juga membahas peningkatan anggaran untuk mendukung sekaa/sanggar seni, terutama yang mewakili Gianyar pada Pesta Kesenian Bali (PKB) 2026.


Sejumlah program yang diusulkan antara lain:


Bantuan untuk Sekaa Teruna di 528 banjar, masing-masing Rp20 juta per tahun.


Atraksi budaya bulanan di Alun-Alun Astina Gianyar.


Lomba Ogoh-Ogoh tahunan sebagai upaya pelestarian seni dan budaya, juga akan ada Penambahan anggaran untuk gong kebyar (Rp700 juta), barong (Rp200 juta), serta taman pemasar seni (Rp200 juta).


Ketua Komisi IV DPRD Gianyar, I Putu Perbriantara, mengapresiasi program kerja Bupati Gianyar yang memberi perhatian serius pada sektor pendidikan dan kebudayaan.


“Pendidikan gratis, kesehatan, serta seni dan budaya mendapat perhatian khusus pemerintah. Dengan adanya Perda Seni dan Budaya, Gianyar semakin kuat menjaga identitasnya,” tegasnya.


Dengan pengawalan DPRD, program pendidikan dan kebudayaan di Gianyar diharapkan berjalan tepat sasaran, sekaligus memperkuat jati diri Gianyar sebagai kabupaten yang unggul di bidang pendidikan, seni, dan budaya.(sr/id)



ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan