Gianyar, ortibali.id – Suasana penuh kebersamaan menyelimuti Alun-alun Kota Gianyar, Kamis (4/9), saat ribuan umat lintas agama berkumpul dalam Deklarasi Damai dan Doa Bersama yang digelar Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Gianyar. Acara yang diikuti sekitar 2.000 orang ini menjadi momentum memperkuat komitmen kerukunan, toleransi, dan persatuan dalam keberagaman.
Deklarasi Damai ini dihadiri Bupati Gianyar I Made Mahayastra, Wakil Bupati Anak Agung Gde Mayun, Sekda Gianyar beserta jajaran, Ketua dan anggota DPRD Gianyar, pecalang, kepala desa, bendesa adat, TNI, Polri, Satpol PP, Dishub, Kementerian Agama, organisasi keagamaan, hingga perwakilan ojol dan mahasiswa.
Kepala Kantor Kementerian Agama Gianyar, I Gusti Ngurah Agung Wardhita, menegaskan bahwa doa kebangsaan lintas agama menjadi wujud permohonan bersama agar bangsa Indonesia senantiasa dilimpahi kedamaian, persatuan, keamanan, dan kemajuan.
“Gema kedamaian dari Gianyar adalah bukti nyata bahwa persatuan dan kesatuan menjadi nafas kehidupan sehari-hari yang dirawat bersama-sama,” ujarnya.
Deklarasi Damai yang dibacakan bersama memuat enam poin penting, yakni memperkuat komitmen kebangsaan, merawat kemajemukan, membangun keterbukaan, meningkatkan solidaritas, mempererat silaturahmi, serta mendorong sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan tokoh masyarakat.
Sementara itu, Ketua FKUB Gianyar, Ida Bagus Viprajana, mengingatkan bahwa momentum HUT ke-80 Republik Indonesia harus dijadikan pijakan untuk terus menumbuhkan nasionalisme dan cinta tanah air, sebagai wujud hidup beragama dan ber-Pancasila menuju Indonesia Emas 2045.
“Kemajemukan adalah rahmat sekaligus kekuatan. Ia harus dirawat, dijaga, dan diwariskan kepada generasi penerus secara konsisten dan berkelanjutan,” tegasnya.
Viprajana juga menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi gesekan antar umat beragama, termasuk perusakan rumah ibadah, serta mendorong komunikasi yang terbuka, tulus, dan berkualitas agar tidak muncul kesalahpahaman yang merusak harmoni.
“Mari mempererat tali silaturahmi dan memperbanyak dialog antar umat beragama agar kita semakin intens merawat jalan bersama untuk kerukunan dan kedamaian hidup yang egaliter, saling menghormati, manusiawi, dan bermartabat,” tambahnya.
Dengan gema doa dan deklarasi yang menggema di Gianyar, masyarakat diharapkan semakin kokoh dalam menjaga harmoni, menjadikan perbedaan sebagai kekuatan, dan bersama-sama meneguhkan Indonesia yang damai.(sr/id)


