GIANYAR – Pemerintah Kabupaten Gianyar melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) resmi menggelar Job Fair Gianyar 2026 sebagai upaya memperluas akses kesempatan kerja, memperkuat jejaring pasar kerja, sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia daerah. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Pekan Budaya Gianyar serta peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Gianyar ke-255.
Job Fair berlangsung di Alun-Alun Kota Gianyar mulai 12 hingga 19 April 2026 dan menghadirkan beragam agenda, mulai dari bursa lowongan kerja, talkshow interaktif, panggung kreatif, sesi success story, hingga penandatanganan kerja sama pelatihan tenaga kerja.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Gianyar, Ketut Lanang Sadia, yang hadir mewakili Bupati Gianyar. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Job Fair bukan sekadar ajang rekrutmen, tetapi merupakan langkah strategis pemerintah daerah dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan.
“Job Fair ini tidak hanya mempertemukan pencari kerja dengan perusahaan, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Lanang Sadia, tantangan dunia kerja saat ini menuntut kesiapan yang lebih besar dari para pencari kerja. Dunia usaha membutuhkan tenaga kerja yang tidak hanya siap pakai, tetapi juga memiliki kemauan belajar dan kemampuan berkembang mengikuti perubahan zaman.
Sementara itu, para pencari kerja memerlukan akses informasi, peluang, dan kepercayaan diri untuk bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif.
“Selain ijazah, sikap, etos kerja, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar tenaga kerja mampu bersaing dan bertahan di dunia kerja,” tegasnya.
21 Perusahaan Ikut Serta, Buka Peluang Kerja Dalam dan Luar Negeri
Sebanyak 21 perusahaan dari berbagai sektor industri turut ambil bagian dalam Job Fair Gianyar 2026. Perusahaan-perusahaan tersebut menyediakan lowongan kerja untuk penempatan di dalam negeri maupun luar negeri.
Tidak hanya perusahaan swasta, kegiatan ini juga melibatkan Bursa Kerja Khusus (BKK) SMK, Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), Tenaga Kerja Mandiri (TKM), pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta masyarakat umum yang ingin memperoleh informasi seputar dunia kerja dan pengembangan kompetensi.
Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam membangun pasar kerja yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Ada Pelatihan Gratis, CSR, Klaim BPJS, hingga Kontrak Kerja CPMI
Selain menyediakan lowongan pekerjaan, Job Fair Gianyar 2026 juga dirancang sebagai wadah layanan ketenagakerjaan terpadu. Berbagai agenda penting digelar selama kegiatan berlangsung.
Di antaranya penyerahan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Mitra Prodin berupa pelatihan bahasa isyarat serta pengemasan produk ramah lingkungan bagi pelaku UMKM.
Selanjutnya, dilakukan penyerahan klaim BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris tenaga kerja rentan sebagai bentuk perlindungan sosial bagi pekerja informal dan kelompok rentan.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyerahkan dokumen peraturan perusahaan serta menandatangani kerja sama pelatihan gratis selama satu tahun dengan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja.
Momentum penting lainnya adalah penyerahan kontrak kerja bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), sebagai bentuk fasilitasi pemerintah dalam membuka peluang kerja luar negeri yang legal, aman, dan terstruktur.
Tingkatkan Daya Saing SDM Lokal
Sekretaris Disnaker Kabupaten Gianyar, I Wayan Prayana, menyampaikan harapannya agar Job Fair tahun ini mampu menjadi solusi konkret bagi masyarakat yang sedang mencari pekerjaan maupun ingin meningkatkan keterampilan.
Ia menilai kegiatan tersebut dapat memperluas peluang kerja, meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal, serta menciptakan sistem ketenagakerjaan yang adil dan inklusif.
“Dengan terselenggaranya Job Fair Gianyar 2026, kami berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.
Hadapi Era AI, Tenaga Kerja Harus Kuasai Hard Skill dan Soft Skill
Dalam sesi talkshow bertema Strategi Perluasan Jejaring dan Kemitraan Pasar Kerja, Kepala Disnaker Kabupaten Gianyar, I Gede Suardana Putra, menyoroti pentingnya keseimbangan antara hard skill dan soft skill di tengah perubahan lanskap dunia kerja abad ke-21.
Menurutnya, perkembangan teknologi, otomatisasi industri, dan kecerdasan buatan (AI) akan mengubah struktur pekerjaan serta jenis keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
Karena itu, tenaga kerja dituntut terus belajar, meningkatkan kompetensi, dan memiliki kemampuan adaptasi tinggi agar tidak tertinggal oleh perkembangan zaman.
Meski demikian, ia menegaskan pendidikan vokasi tetap memiliki posisi strategis, terutama di sektor hospitality dan pelayanan yang menitikberatkan sentuhan manusia.
“Di sektor tertentu seperti hospitality, kualitas layanan, empati, komunikasi, dan pengalaman pelanggan tetap menjadi kekuatan utama yang tidak sepenuhnya bisa digantikan teknologi,” jelasnya.
Dorong Ekonomi Daerah
Penyelenggaraan Job Fair Gianyar 2026 diharapkan tidak hanya menekan angka pengangguran, tetapi juga memperkuat struktur ekonomi lokal melalui penyerapan tenaga kerja produktif dan peningkatan kompetensi masyarakat.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan masyarakat, Gianyar menunjukkan komitmennya dalam membangun masa depan ketenagakerjaan yang lebih adaptif, inklusif, dan berdaya saing tinggi.sr


