Peristiwa

Jukung Tanpa Awak Ditemukan di Perairan Nusa Penida, Nelayan Sanur Dilaporkan Hilang Saat Melaut

Perkiraan lokasi korban jatuh berada sekitar 3 mil laut dari posisi jukung ditemukan

ortibali.id
ortibali.id
Jumat, 06 Maret 2026 • 20:03 WITA 2 mnt baca 323
Bagikan:

DENPASAR – ortibali.id, Seorang nelayan asal Sanur dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh dari jukungnya saat melaut di perairan selatan Nusa Penida, Jumat (6/3/2026). Hingga Jumat malam, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban yang belum kembali ke daratan.

Korban diketahui bernama I Wayan Suta, warga Jalan Warmadewa, Lingkungan Semawang, Sanur. Informasi hilangnya korban pertama kali dilaporkan oleh Wayan Suteja setelah jukung milik korban ditemukan tanpa awak di tengah laut.

Menurut keterangan yang diterima petugas, I Wayan Suta berangkat melaut sejak pagi hari sekitar pukul 05.00 WITA menggunakan jukungnya untuk mencari ikan di perairan selatan Nusa Penida. Namun hingga sore hari, korban tidak kunjung kembali sehingga menimbulkan kekhawatiran dari rekan sesama nelayan.

Jukung milik korban kemudian ditemukan oleh kapal Rayfish Fins (Arjuna 2) dalam kondisi tanpa awak. Kapal tersebut selanjutnya menarik jukung ke arah Sanur untuk diamankan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar, I Nyoman Sidakarya, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada pukul 16.20 WITA.

“Berdasarkan informasi yang kami terima, perkiraan lokasi korban jatuh berada sekitar 3 mil laut dari posisi jukung ditemukan. Ciri-ciri korban saat melaut mengenakan pakaian bermotif army,” jelasnya.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Denpasar langsung mengerahkan tim penyelamat untuk melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Sebanyak tiga personel yang bertugas di KN SAR Arjuna 229 diberangkatkan menggunakan perahu karet cepat atau Rigid Buoyancy Boat (RBB) dari Pelabuhan Benoa pada pukul 16.40 WITA menuju titik pencarian.

Selain melakukan penyisiran di sekitar lokasi dugaan korban jatuh, tim SAR juga berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk KUPP Nusa Penida, kelompok nelayan Pelindo Abua, serta instansi terkait lainnya guna memperluas area pencarian.

Proses pencarian di laut sempat terkendala kondisi cuaca. Saat operasi berlangsung, angin dilaporkan bertiup dari arah timur dengan kecepatan mencapai 15 knot sehingga gelombang cukup memengaruhi pergerakan tim di lapangan.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan