Peristiwa

Kesetrum Saat Pasang Neon Box di Ubud, Pekerja Alami Luka Bakar 65 Persen

Korban naik ke bagian atas untuk melakukan pengelasan pada rangka besi yang berada dekat jaringan listrik

ortibali.id
ortibali.id
Kamis, 16 April 2026 • 17:35 WITA 3 mnt baca 374
Bagikan:

GIANYAR – Kecelakaan kerja terjadi saat pemasangan papan nama neon box sebuah supermarket di kawasan Simpang Empat Jalan Raya Tebongkang, Desa Singakerta, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar. Seorang pekerja bernama Kariyadi (45) dilaporkan tersengat listrik tegangan tinggi hingga mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 15 April 2026 sekitar pukul 16.50 Wita. Korban yang diketahui berasal dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat itu tengah melakukan proses pengelasan rangka papan nama Neon Box Coco Supermarket di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan salah satu pekerja dari vendor Noname Reklame, perusahaan yang ditunjuk untuk mengerjakan pemasangan papan nama tersebut.

Terdengar Ledakan, Listrik Sekitar Lokasi Padam

Saksi di lokasi, Rendi Tomasui, menyebut sebelum kejadian ia melihat empat pekerja berada di area proyek. Tiga orang berada di bawah, sementara korban naik ke bagian atas untuk melakukan pengelasan pada rangka besi yang berada dekat jaringan listrik.

Sekitar pukul 16.50 Wita, terdengar suara ledakan keras dari arah lokasi pemasangan. Sesaat kemudian aliran listrik di area Coco Supermarket dan sekitarnya dilaporkan padam.

Korban terlihat tergantung di antara tiang penyangga dan kabel listrik setelah tersengat arus tegangan tinggi. Rekan-rekan korban kemudian berupaya melakukan evakuasi dan menurunkannya dari lokasi kejadian.

Sempat Dirawat di Mambal, Lalu Dirujuk ke Sanglah

Usai dievakuasi, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Windu Husada, Mambal, Badung, untuk mendapatkan penanganan medis awal.

Sekitar pukul 23.00 Wita, korban kemudian dirujuk ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (Sanglah), Denpasar, guna menjalani perawatan intensif.

Dari hasil pemeriksaan awal, korban mengalami luka bakar pada bagian kepala, tangan, dan bahu kiri dengan tingkat luka bakar mencapai sekitar 65 persen.

Polisi Lakukan Penyelidikan

Unit Intelkam Polsek Ubud bersama jajaran kepolisian telah turun ke lokasi dan melakukan pengumpulan bahan keterangan terkait insiden tersebut.

Menurut Kapolsek Ubud, Kompol I Wayan Putra Antara, dari keterangan sementara, sebelum pekerjaan dimulai korban disebut sempat diingatkan terkait risiko bekerja terlalu dekat dengan kabel listrik bertegangan tinggi. Namun korban tetap melanjutkan pekerjaan.

Selain itu, kecelakaan kerja ini diduga dipengaruhi faktor kelalaian, antara lain tidak mengutamakan prosedur keselamatan kerja seperti tidak menggunakan perlengkapan pelindung diri secara lengkap serta tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak PLN, " kasusnya masih dilakukan penyelidikan lebih lanjut," jelasnya.

Viral di Media Sosial

Insiden tersebut juga sempat viral di media sosial setelah video kejadian beredar di Facebook. Dalam unggahan itu disebutkan seorang pekerja tersengat listrik tegangan tinggi di kawasan Tebongkang, Singakerta, Ubud.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit, sementara aparat kepolisian masih mendalami seluruh aspek kejadian, termasuk standar keselamatan kerja yang diterapkan di lokasi proyek.sr


ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan