Budaya

Klungkung Gelar Pameran 137 Keris Pusaka pada Rahina Tumpek Landep

Dengan ketajaman pikiran dan kebeningan hati, kita akan mampu melahirkan karya-karya yang bermanfaa

ortibali.id
ortibali.id
Jumat, 19 September 2025 • 18:33 WITA 2 mnt baca 341
Bagikan:

Klungkung, ortibali.id – Memperingati rahina suci Tumpek Landep, Pemerintah Kabupaten Klungkung bersama Paiketan Keris Smaradwija Klungkung menggelar Pameran Keris di Museum Semarajaya, Jumat (19/9/2025). Sebanyak 137 keris dan pusaka Bali dipamerkan sebagai upaya pelestarian warisan leluhur.


Pameran dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Klungkung, Anak Agung Gede Lesmana, mewakili Bupati I Nyoman Suwirta Satria, di halaman Medal Agung. Dalam sambutan yang dibacakan Sekda, Bupati Satria mengajak seluruh masyarakat menjadikan perayaan Tumpek Landep sebagai momentum memperkuat sradha dan bhakti, sekaligus menumbuhkan semangat persaudaraan serta gotong royong.


“Dengan ketajaman pikiran dan kebeningan hati, kita akan mampu melahirkan karya-karya yang bermanfaat, membangun masyarakat yang maju, harmonis, tenteram, makmur, serta berdaya saing,” ujar Bupati Satria dalam sambutannya.


Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Ketut Suadnyana, menambahkan bahwa pameran tahun ini merupakan hasil sinergi dan gotong royong antara pemerintah daerah dengan komunitas keris. “Sebanyak 137 keris dan pusaka ditampilkan, mulai 19 hingga 20 September 2025, di Museum Semarajaya,” jelasnya.


Selain pameran, kegiatan juga dirangkaikan dengan workshop seni budaya yang menghadirkan atraksi dari sejumlah sanggar di Klungkung. Di antaranya Sanggar Seni Celang dengan materi Teknik Dasar Gerak dan Struktur Ucapan Tari Rangda, Sanggar Seni Smara Dwija dengan Pengenalan Keris dalam Seni dan Budaya Bali, hingga Sanggar Seni Pangus yang memadukan Teknik Fire Dance dengan Gerak Tari Bali.


Tak hanya itu, Sanggar Seni Citta Sandhi Lango juga menampilkan Gerak Dasar Tari Putra dalam Tari Baris Tunggal, sedangkan Sanggar Eximo Creative Dance Class menghadirkan permainan tradisional dengan tema De Engsap Maplayanan.


Melalui rangkaian kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Klungkung berharap Tumpek Landep tidak hanya dimaknai sebagai hari penyucian senjata dan pusaka, tetapi juga sebagai momentum untuk mengasah ketajaman pikiran serta memperkokoh jati diri budaya Bali.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan