Pemerintahan

Koster Perkuat Perang Melawan Narkoba di Bali, Desa Adat Jadi Garda Terdepan

Membangun sinergi dan kerja sama yang kuat dalam menghadapi ancaman narkoba

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 13 April 2026 • 09:12 WITA 2 mnt baca 253
Bagikan:

Denpasar – ortibali id, Pemerintah Provinsi Bali menegaskan komitmennya dalam memperkuat program Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) demi menjaga citra Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia yang aman dan nyaman.

Komitmen tersebut disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster saat menerima kunjungan Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi dan I Wayan Sudirta di Rumah Jabatan Jaya Sabha, Denpasar, Minggu (12/4).

Dalam pertemuan itu, Koster menekankan pentingnya penguatan sistem pencegahan berbasis desa adat melalui penyusunan pararem anti narkoba. Menurutnya, langkah tersebut menjadi benteng sosial dari tingkat paling dasar sekaligus memperkuat peran desa adat dalam deteksi dini serta pencegahan penyalahgunaan narkotika di lingkungan masyarakat.

“Kita harus membangun sinergi dan kerja sama yang kuat dalam menghadapi ancaman narkoba yang serius ini. Penanganan melalui rehabilitasi juga sangat penting,” ujar Koster.

Ia menambahkan, kolaborasi antara pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), aparat penegak hukum, dan masyarakat adat menjadi kunci utama dalam menekan peredaran narkoba di Bali.

Selain menjaga keamanan daerah, upaya tersebut juga ditujukan untuk melindungi generasi muda Bali dari bahaya narkotika serta meningkatkan daya saing Bali di tingkat global.

Sementara itu, Anggota DPR RI Aboe Bakar Al-Habsyi menyampaikan keprihatinannya terhadap meningkatnya kasus penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Menurutnya, Bali sebagai salah satu destinasi wisata dunia memiliki kerawanan sebagai pintu masuk peredaran narkoba.

Ia menegaskan bahwa persoalan narkoba bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga ancaman serius bagi masa depan bangsa.

“Penegakan hukum terhadap penyalahgunaan narkoba sangat penting untuk melindungi masyarakat. Namun, kolaborasi antara BNN, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat juga harus diperkuat,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala BNN Provinsi Bali Budi Sajidin mendorong pembentukan pusat rehabilitasi terpadu milik daerah, penguatan tim terpadu lintas instansi, serta penerapan kebijakan dekriminalisasi dan depenalisasi bagi penyalahguna murni yang diarahkan ke jalur rehabilitasi melalui asesmen terpadu.

Ia juga mendukung penyusunan pararem khusus pencegahan peredaran narkoba di seluruh desa adat di Bali. Menurutnya, pendekatan berbasis kearifan lokal menjadi benteng efektif dalam melindungi generasi muda dari ancaman narkoba.

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan