GIANYAR, ortibali.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gianyar dalam beberapa hari terakhir memicu terjadinya tanah longsor di Banjar Lebih Duur Kaja, Desa Lebih, Kecamatan Gianyar, Selasa (24/2/2026) pagi. Material tanah yang ambrol menghantam dan menjebol bagian dapur rumah warga setempat.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WITA dan menimpa rumah milik I Ketut Nanda Putra (28), seorang karyawan swasta asal Banjar Lebih Duur Kaja. Longsor terjadi di sisi barat dapur rumah korban setelah tanah tebing tidak mampu menahan tekanan air akibat curah hujan tinggi yang berlangsung beberapa hari terakhir.
Salah satu saksi mata, Ni Kadek Dewi Darmanti (26), mengaku saat kejadian dirinya tengah memasak di dapur. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh dari arah belakang rumah.
“Saya kaget, tiba-tiba terdengar suara keras. Saat dicek bersama pemilik rumah, ternyata bagian dapur sebelah barat sudah longsor dan jebol,” ungkapnya.
Saksi lainnya, I Made Suk (54), juga membenarkan adanya peristiwa longsor tersebut. Beruntung dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa maupun luka-luka. Namun, kerugian material yang dialami korban ditaksir mencapai kurang lebih Rp60 juta.
Laporan kejadian diterima aparat sekitar pukul 08.20 WITA. Bhabinkamtibmas Desa Lebih, Aiptu I Made Sudiarta, bersama Kelian Banjar Lebih Duur Kaja langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan kerusakan.
Kapolsek Gianyar, Kompol I Made Adi Suryawan, SH., MM., saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah merespons cepat laporan masyarakat dan mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memperhatikan kondisi tanah di sekitar rumah, khususnya setelah hujan deras berkepanjangan. Jika menemukan tanda-tanda retakan atau pergerakan tanah, segera laporkan kepada aparat setempat agar dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Saat ini, aparat kepolisian bersama perangkat desa masih melakukan pemantauan di lokasi kejadian guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan. Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, masyarakat diminta tetap siaga dan tidak mengabaikan tanda-tanda alam yang dapat membahayakan keselamatan.sr


