GIANYAR – Menjelang gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Bali 2025 yang akan digelar pada September mendatang, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gianyar mulai mematangkan persiapan dengan mengumpulkan seluruh ketua cabang olahraga (cabor) dan pelatih. Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum KONI Gianyar, Dewa Gde Alit Mudiarta, pada Selasa (6/5) di Ruang Sidang Kantor Bupati Gianyar.
Dalam rapat tersebut, Dewa Alit ingin memastikan seluruh aspek teknis dan administratif, seperti Kartu Tanda Anggota (KTA) dan data atlet, sudah berjalan sesuai rencana. Ia juga membuka ruang diskusi untuk mengetahui berbagai kendala dan masukan dari masing-masing cabor.
“Saya ingin tahu sejauh mana persiapan kita, baik dari sisi teknis maupun non-teknis. Jika ada kendala, kita segera cari solusi agar tidak terlambat. Saya juga ingin tahu apa saja yang belum dipersiapkan oleh cabor menjelang Porprov,†ujarnya.
Dewa Alit menegaskan pentingnya kesiapan fasilitas pendukung seperti tempat menginap dan kebutuhan logistik atlet dan ofisial, agar para atlet dapat bertanding dengan nyaman dan fokus pada capaian prestasi.
“Prestasi ditentukan oleh para atlet. Tugas kami adalah memastikan mereka bertanding dengan nyaman. Prestasi mereka adalah prestasi Kabupaten Gianyar,†tegasnya.
Sebagai langkah untuk mengukur kesiapan atlet, KONI Gianyar akan menggelar tes fisik pada 11 dan 12 Mei serta pada bulan Agustus mendatang. Tes ini bertujuan menyaring atlet yang benar-benar siap bersaing di ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.



Lebih lanjut, Dewa Alit mengingatkan para pelatih untuk mengirimkan atlet yang memiliki prestasi, bukan sekadar memberi pengalaman bertanding. Ia menegaskan bahwa Porprov adalah ajang kompetitif yang menuntut hasil, bukan uji coba.
“Kirimkan atlet yang mampu bersaing, bukan hanya untuk pengalaman. Setelah Porprov, kita evaluasi untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya,†katanya.
Ia juga menekankan bahwa pemilihan atlet harus berdasarkan kemampuan dan kesiapan, bukan karena faktor subjektif seperti suka atau tidak suka. Hal ini penting agar pembinaan olahraga di Gianyar dapat berjalan profesional dan prestasi terus meningkat.
sr/id