Pendidikan

Memprihatinkan, SMA Satap Nusa Penida Minim Fasilitas di Tengah Geliat Pariwisata

sekolah ini juga terkendala lahan karena berada satu kawasan dengan SMPN 4 Nusa Penida

ortibali.id
ortibali.id
Kamis, 21 Agustus 2025 • 13:06 WITA 2 mnt baca 320
Bagikan:

Klungkung – ortibali.id | Potret dunia pendidikan di Nusa Penida kembali mencuri perhatian. SMA Satu Atap (Satap) Nusa Penida yang berlokasi di Desa Lembongan, Kecamatan Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, kondisinya jauh dari kata layak. Plafon ruang kelas jebol, tidak memiliki laboratorium maupun ruang praktik, hingga ruang guru yang tak representatif.


Kondisi ini mencuat saat Ketua Komisi IV DPRD Bali, I Nyoman Suwirta, melakukan kunjungan ke sekolah tersebut pada Rabu (20/8). Mantan Bupati Klungkung itu mengaku prihatin melihat keterbatasan yang dihadapi para pendidik dan siswa di sekolah yang dulu dirintisnya.


“SMA Satap ini dulunya saya bangun agar anak-anak Lembongan bisa mengenyam pendidikan setingkat SMA tanpa harus menyeberang ke daratan. Bahkan ada tambahan pelajaran pariwisata. Tapi sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Tidak ada laboratorium, tidak ada ruang praktik, dan ruang guru pun jauh dari layak,” ujar Suwirta, Kamis (21/8).


Selain minim fasilitas, sekolah ini juga terkendala lahan karena berada satu kawasan dengan SMPN 4 Nusa Penida. Suwirta berencana berkoordinasi dengan Bupati Klungkung untuk membicarakan pemanfaatan sebagian lahan SMPN 4 sebagai pengembangan SMA Satap.


Sebagai bentuk kompensasi, ia berjanji akan memperjuangkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi SMPN 4 Nusa Penida yang juga masih membutuhkan peningkatan fasilitas.


“SMP ini juga saya lihat perlu pemeliharaan, ruang kelasnya kusam, plafon ada yang jebol. Jadi kita carikan win-win solution,” tambahnya.


Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung, Ketut Sujana, mendukung rencana tersebut. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan lahan SMPN 4 untuk pengembangan SMA Satap harus dibicarakan lebih lanjut, terutama terkait status aset daerah.


“Ini harus duduk bersama dengan bagian aset Pemkab Klungkung. Solusinya harus menguntungkan semua pihak, karena SMP juga masih ada kebutuhan. Apalagi kewenangan SMA ada di Pemprov Bali. Tapi yang jelas, peningkatan mutu pendidikan di Nusa Penida tidak bisa ditawar,” tegas Sujana.


Meski berada di tengah kawasan pariwisata yang berkembang pesat, kondisi SMA Satap Nusa Penida menjadi ironi tersendiri. Harapan kini tertuju pada langkah pemerintah provinsi maupun kabupaten agar fasilitas pendidikan di pulau wisata ini segera mendapat perhatian serius.

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan