Budaya

Ngelawar Jadi Ruang Belajar Generasi Muda, Seka Truna Bhakti Yasa Bonjaka Lestarikan Tradisi Bali

Peserta ditantang mengolah beragam kuliner tradisional Bali yang sarat makna budaya, mulai dari lawar hingga aneka sate

ortibali.id
ortibali.id
Minggu, 28 Desember 2025 • 13:18 WITA 2 mnt baca 520
Bagikan:

GIANYAR — ortibali.id, Komitmen melestarikan tradisi Bali terus dijaga oleh generasi muda Desa Adat Bonjaka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Melalui Seka Truna Bhakti Yasa, para pemuda desa menggelar lomba membuat lawar dan sate peselan yang berlangsung penuh semangat dan kebersamaan, Minggu (28/12).

Kegiatan ini diikuti oleh sekaa teruna dari empat tempek, yakni Tempek Kaja, Tempek Tengah, Tempek Kauh, dan Tempek Kelod. Sebanyak 15 peserta ambil bagian dalam lomba, terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan, menunjukkan bahwa pelestarian tradisi bukan hanya tanggung jawab satu pihak, melainkan milik bersama.

Para peserta ditantang mengolah beragam kuliner tradisional Bali yang sarat makna budaya, mulai dari lawar hingga aneka sate khas seperti sate lembat, sate asem, sate kekuung, sate jepit babi, sate jepit balung, sate pasung, sate untang-untang, sate unting-unting, hingga pengade. Proses memasak berlangsung sekitar dua jam, dengan penilaian menitikberatkan pada teknik, cita rasa, kebersihan, dan kesesuaian dengan pakem tradisi.

Ketua Seka Truna Bhakti Yasa, Wayan Wira Ryandika, mengatakan kegiatan ngelawar dan membuat sate bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari kewajiban adat yang rutin dilaksanakan setiap enam bulan sekali. Tradisi ini biasanya dilakukan menjelang Hari Raya Galungan dan Kuningan, serta saat piodalan di Pura Wewidangan Desa Adat Bonjaka.

“Melalui kegiatan ini, generasi muda tidak hanya berlomba, tetapi juga belajar dan berlatih agar memahami tata cara pembuatan lawar dan sate sesuai tradisi yang diwariskan leluhur,” ujarnya.

Ia menambahkan, lomba ini menjadi ruang edukasi sekaligus penguatan karakter, karena menanamkan nilai gotong royong, disiplin, dan rasa tanggung jawab terhadap adat dan budaya.

Kegiatan lomba lawar dan sate peselan ini juga dirangkaikan dengan perayaan Hari Ulang Tahun ke-40 Seka Truna Bhakti Yasa serta menjadi momentum menyambut Tahun Baru 2026. Lebih dari sekadar perayaan, kegiatan ini mencerminkan semangat generasi muda Bali dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi.

Dengan tetap memegang teguh tradisi, Seka Truna Bhakti Yasa Bonjaka membuktikan bahwa warisan budaya Bali akan terus hidup dan relevan, selama diwariskan dengan cinta, kebersamaan, dan semangat belajar lintas generasi.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan