GIANYAR – ortibali.id, Bupati Gianyar I Made Mahayastra memastikan pemotongan dana transfer dari pemerintah pusat tidak berpengaruh signifikan terhadap pembangunan di Kabupaten Gianyar. Hal tersebut disampaikan usai menghadiri sidang paripurna di Gedung DPRD Gianyar, Kamis (9/10/2025).
Menurut Mahayastra, kemampuan fiskal Gianyar yang ditopang oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD) tinggi menjadi kunci ketahanan keuangan daerah. “Kalau pengaruh pasti ada, cuma kita lebih longgar dibanding daerah lain karena PAD kita sangat tinggi. Pemerintah pusat menilai PAD Gianyar sekarang mendekati Rp2 triliun,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, dari total pemotongan dana transfer sekitar Rp185 miliar, Pemerintah Kabupaten Gianyar hanya perlu menutup kekurangan sekitar Rp155 miliar. “Itu sudah selesai kita tutup. Karena itu, Gianyar menjadi daerah pertama di Bali yang menyerahkan rancangan APBD 2026 kepada DPRD. Artinya, APBD kita sudah balance,” tegasnya.
Terkait pembangunan daerah, Mahayastra memastikan seluruh program tetap berjalan meski dilakukan beberapa penyesuaian pada volume dan prioritas kegiatan. “Ada yang terganggu, tapi tidak signifikan. Hal-hal mendasar tetap kita lakukan,” ujarnya.
Di sektor pendidikan, Mahayastra menargetkan seluruh ruang belajar (rombel) rusak akan tuntas diperbaiki dalam tiga tahun ke depan. “Semua rombel yang rusak sudah kami data. Yang rusak parah seperti atap bocor dan plafon jebol akan selesai di tahun 2026,” terangnya.
Ia juga menyinggung kondisi sejumlah sekolah lama yang dibangun sejak era program Instruksi Presiden (Inpres). “Itu bangunan zaman Pak Harto dulu,” katanya.
Mengenai alasan perbaikan belum dilakukan pada periode sebelumnya, Mahayastra menyebut pemerintah lebih memprioritaskan sektor kesehatan. “Kemarin kita fokus kesehatan, sekarang giliran pendidikan. Pendidikan juga penting, termasuk beasiswa. Kalau beasiswa tidak diadakan, mungkin perbaikan sekolah sudah selesai,” ujarnya.
Bupati asal Payangan itu menambahkan, alokasi anggaran pendidikan di Gianyar mencapai sekitar 20 persen dari total APBD atau mendekati Rp900 miliar. “Pendidikan ini prioritas, karena biaya sekolah sekarang juga tinggi,” tandasnya.sr


