Pendidikan

Panggung Gembira dan Pelepasan Siswa PAUD dan TK Hindu Digelar di Taro, Gianyar

kebanggaan, bukan hanya bagi para guru dan orang tua, tapi juga seluruh elemen masyarakat

Satya Raditya
Satya Raditya
Rabu, 25 Juni 2025 • 11:21 WITA 3 mnt baca 1,035
Bagikan:

Gianyar – Suasana meriah menyelimuti Wantilan Desa Taro Kaja, Tegallalang, Gianyar, hari ini (25/6/2025) saat digelarnya acara Panggung Gembira dan Pelepasan siswa PAUD Dharma Kumara Shanti dan TK/PW Rsi Markandya Tahun Ajaran 2024/2025.


Acara ini turut dihadiri oleh Ketua Yayasan Lembu Putih, I Made Madriana, S.Pd.,M.Pd, Perbekel Desa Taro I Wayan Warka, serta perwakilan dari Kantor Kementerian Agama Gianyar, Pasek Agus Sudianta.


Dalam sambutannya, I Made Madriana menyampaikan rasa bangga atas kelulusan 40 siswa dari PAUD Dharma Kumara Shanti dan 84 siswa dari TK/PW Rsi Markandya. Ia juga menegaskan pentingnya pendidikan berbasis Hindu sejak usia dini sebagai fondasi karakter dan budi pekerti.


“Kelulusan ini menjadi kebanggaan, bukan hanya bagi para guru dan orang tua, tapi juga seluruh elemen masyarakat yang mendukung pendidikan Hindu,” ujarnya.


Salah satu momen istimewa dalam acara ini adalah penampilan kreasi seni dari seluruh siswa. Anak-anak diberikan ruang untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka di atas panggung, yang disambut antusias oleh para hadirin.


Perbekel Desa Taro, I Wayan Warka, dalam kesempatan tersebut menyatakan komitmennya untuk mendukung pendidikan anak usia dini dengan menganggarkan dana khusus melalui APBDes. “Sekolah Hindu harus kita dukung bersama. Ke depan, dana semesta berencana serta bantuan desa adat juga bisa diarahkan untuk pendidikan karakter dan budi pekerti,” ujarnya.


Rencana strategis juga diungkapkan, di antaranya penggabungan empat TK di wilayah Desa Taro menjadi satu unit pendidikan terpadu berbasis adat dan Hindu, dengan harapan menjadi percontohan nasional.


Sementara itu, Pasek Agus Sudianta dari Kantor Kemenag Gianyar menegaskan kesiapan kementerian untuk membuka peluang pendirian sekolah Hindu secara resmi. “Kami sangat terbuka untuk mendampingi dan memfasilitasi legalitas sekolah Hindu agar berada di bawah binaan Kementerian Agama maupun Dinas Pendidikan,” katanya.


Ia juga menyinggung program pendidikan profesi guru (PPG) A1 yang kini tersedia bagi guru-guru PAUD dan TK, serta pentingnya pemenuhan standar kompetensi lulusan yang saat ini terdiri dari delapan aspek pembelajaran mendalam.


Tak hanya dari sektor pendidikan formal, dukungan juga datang dari Kementerian Sosial yang sedang menggagas sekolah rakyat (SR) berbasis masyarakat. Hal ini menjadi angin segar bagi tumbuhnya sekolah-sekolah Hindu yang mengedepankan nilai-nilai luhur nusantara.


Acara ini juga dihadiri perwakilan dari berbagai PW Hindu se-Gianyar dan Bali, termasuk PW Pradya Calo, PW Widya Kumara Semaon, PW Satya Subala Gianyar, PW Widya Santi Tampaksiring, PW Bali Save Ubud, PW Markandya Kumara Lungsiakan, PW Widya Dharma Selasih, PW Bina Mekar Bedulu, hingga PW Kumara Widya Kusuma Blahbatuh.


Sebagai penutup, I Made Madriana menegaskan bahwa pengabdian dalam dunia pendidikan harus berangkat dari nurani dan ketulusan. “Kami berharap kepedulian dari semua pihak akan terus tumbuh demi masa depan generasi yang berbudi pekerti luhur,” pungkasnya.

sr/id

Satya Raditya
Jurnalis Orti Bali

Satya Raditya

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan