Budaya

Parade Bapang Barong Gianyar ke-255 Tampil Spektakuler, Tujuh Kecamatan Unjuk Kreativitas

Menjadi wadah pembinaan seniman muda agar warisan budaya leluhur tetap lestari di tengah modernisasi

ortibali.id
ortibali.id
Kamis, 09 April 2026 • 01:17 WITA 2 mnt baca 233
Bagikan:

Gianyar – ortibali.id, Semarak perayaan Hari Jadi Kota Gianyar ke-255 mencapai puncaknya lewat gelaran Parade Bapang Barong yang memukau di panggung terbuka Balai Budaya Gianyar, Selasa (7/4) malam. Tujuh duta dari masing-masing kecamatan tampil total, menyuguhkan pertunjukan sarat makna, estetika, dan filosofi khas Bali.

Parade berlangsung meriah sejak sore hari. Ribuan masyarakat tampak memadati area pertunjukan, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap warisan seni tradisional yang dikemas secara kreatif dan atraktif. Sorak sorai serta tepuk tangan penonton mengiringi setiap penampilan yang tampil bergantian di atas panggung.

Pertunjukan dibuka oleh Sanggar Dwi Bhuana Sari dari Banjar Abiansemal, Kecamatan Ubud. Selanjutnya, penampilan berlanjut dengan Gamelan Laya Sabda (Payangan), Sanggar Kayon Pejeng (Tampaksiring), Sanggar Bagus Bhuwana Mas (Sukawati), Sekaa Sebunan Sanggar Seni Jenggala Gora (Blahbatuh), Sanggar Seni Manik Bengkel (Gianyar), hingga ditutup oleh Sekaa Truna Aristha Bhuana Banjar Kendran sebagai duta Kecamatan Tegalalang.

Masing-masing peserta menampilkan ciri khas daerahnya melalui garapan seni bapang barong yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai-nilai filosofis kehidupan masyarakat Bali. Keunikan gerak, kostum, hingga iringan musik tradisional menjadi daya tarik utama yang memikat penonton.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, I Wayan Adi Parbawa, menegaskan bahwa Pekan Budaya Gianyar merupakan momentum strategis dalam menjaga kelestarian seni dan budaya lokal.

“Kegiatan ini menjadi ruang ekspresi bagi para seniman sekaligus upaya pelestarian budaya. Parade Bapang Barong menampilkan kekhasan setiap daerah yang menjadi kekayaan budaya Gianyar,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa parade ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari sanggar seni, komunitas, sekaa teruna, hingga generasi muda (yowana), sebagai bagian dari proses regenerasi pelaku seni budaya.

Pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari sinergi antara Majelis Kebudayaan Bali Kabupaten Gianyar dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dalam menggali potensi seni berbasis kearifan lokal.

“Perhelatan ini menjadi simbol komitmen bersama para seniman dan tokoh budaya dalam menjaga dan melestarikan warisan leluhur,” pungkasnya.

Parade Bapang Barong pun tak sekadar menjadi tontonan, tetapi juga tuntunan—menguatkan identitas budaya Bali di tengah arus modernisasi.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan