Budaya

Pasemeton Arya Bang Pinatih Yeh Tengah Gelar Karya Melaspas, Mendem Pedagingan, dan Ngenteg Linggih

Kami berharap kebersamaan sagilik saguluk ini tetap terjaga

ortibali.id
ortibali.id
Sabtu, 16 Agustus 2025 • 17:06 WITA 2 mnt baca 392
Bagikan:

Gianyar – ortibali.id I Pasemeton Arya Bang Pinatih di Desa Adat Yeh Tengah, Desa Kelusa, Kecamatan Payangan, Gianyar, tengah menggelar rangkaian upacara yadnya besar berupa Melaspas, Mendem Pedagingan, Mecaru, Ngresi Gana, Padudusan Alit, hingga Ngenteg Linggih. Karya yang melibatkan 35 kepala keluarga ini dipusatkan di Merajan Agung Yeh Tengah.,


Sebanyak 31 pelinggih, termasuk perantenan dan candi, dipugar dan direnovasi dengan biaya mencapai sekitar Rp300 juta. Dana tersebut berasal dari urunan krama dan sisanya punia. “Pemugaran ini sekaligus melanjutkan kewajiban generasi baru, karena sejak lama tidak diketahui kapan terakhir kali melaspas dilakukan,” ujar Kelihan Pasemeton Arya Bang Pinatih, I Gusti Ngurah Setia Budi.


Dalam prosesi ini juga dibuat pratima baru berwujud karas Dewa-Dewi dari kayu cendana dan uang kepeng, yang melinggih di Meru Tumpang Lima. Pratima lama berukuran kecil dimasukkan ke dalam pratima baru. Upacara dipuput oleh Ida Pedanda Griya Peling Padang Tegal, Ubud.


Rangkaian karya sudah dimulai sejak Some Paing 8 Agustus lalu dengan upacara Nanceb Karya, dilanjutkan Nureksen Dur Merajan pada 11 Agustus, Munggah Orti pada 12 Agustus, serta Nunas Tirta pada 13 Agustus. Puncak hari ini, Saniscara Kliwon 16 Agustus, digelar upacara Mecaru, Ngresi Gana, Melaspas, dan Mendem Pedagingan.


Menjelang puncak karya pada Buda Cemeng Kelawu, 20 Agustus, akan diisi berbagai rangkaian acara, di antaranya Ngacen Silsilah Arya Wang Pinatih oleh Ida Bagus Oka Manobawa dari Griya Padang Tegal Ubud pada 18 Agustus, serta Mendak Nuntun pada 19 Agustus.


Setelah puncak karya, upacara akan dilanjutkan dengan Nyineb pada 23 Agustus dan Nyenuk ke Pura Tirta Empul pada 24 Agustus mendatang.


I Gusti Ngurah Setia Budi menambahkan, karya ini tidak hanya menjadi momentum penyucian pelinggih dan pratima, tetapi juga mempererat persatuan pasemeton. “Kami berharap kebersamaan sagilik saguluk ini tetap terjaga, terlebih dengan pembacaan silsilah Pasemeton Arya Bang Pinatih yang akan kembali mengingatkan arti penting Merajan Agung sebagai pusat penyungsungan bersama,” tegasnya. (sr/id )



ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan