Hiburan

Perhelatan ASPAC Berikan Kontribusi Positif Ekonomi Dan Pariwisata

Juga menjadi media efektif dalam mengenalkan budaya

ortibali.id
ortibali.id
Selasa, 22 Juli 2025 • 16:33 WITA 2 mnt baca 229
Bagikan:


Gianyar | ortibali.id – Perhelatan prestisius Asia Pacific Convention Bonsai and Suiseki Exhibition (ASPAC) ke-17 yang digelar di Kabupaten Gianyar resmi ditutup, Senin (21/7/2025) malam di Open Stage Balai Budaya Gianyar. Kegiatan internasional ini tidak hanya menjadi ajang kontes dan pameran bonsai, namun juga membawa dampak besar terhadap promosi pariwisata dan ekonomi lokal.


Ketua PPBI Gianyar, Gusti Bagus Adi Widhya Utama atau yang akrab disapa Gus Bem, menegaskan bahwa kehadiran delegasi dari 16 negara menjadikan ASPAC sebagai media efektif dalam mengenalkan budaya dan destinasi wisata Gianyar ke mancanegara.


“ASPAC bukan hanya soal bonsai, tapi momentum promosi pariwisata gratis lewat para delegasi asing. Mereka kami ajak mengenal tradisi, budaya, dan tempat-tempat wisata di Gianyar,” ujar Gus Bem dalam sambutannya.


Tak hanya sektor pariwisata, ASPAC juga menggairahkan roda perekonomian daerah. Transaksi dalam bursa bonsai selama pameran disebut mencapai angka miliaran rupiah. Bahkan, sejumlah pohon bonsai terjual dengan harga ratusan juta rupiah.


“Perputaran ekonomi sangat terasa. Jauh sebelum acara dimulai, para penghobi sudah aktif jual beli. Ini juga berdampak pada toko-toko alat bonsai. Jadi gairah itu nyata,” ungkapnya.


Selain itu, panitia juga mengarahkan delegasi internasional untuk menginap di kawasan Kota Gianyar, dengan harapan mereka turut berbelanja di sentra-sentra kerajinan dan pelaku UMKM lokal. Hal ini secara langsung mendorong peningkatan konsumsi di sektor ekonomi kreatif.


Meskipun acara telah resmi ditutup, keindahan bonsai masih dapat dinikmati publik hingga tanggal 27 Juli mendatang, karena proses pengambilan pohon dari lokasi pameran di Alun-alun Kota Gianyar dijadwalkan setelah tanggal tersebut.


“Waktu jeda ini memberikan kesempatan bagi masyarakat lokal dan wisatawan asing untuk menikmati tata artistik dari ratusan bonsai yang dipamerkan. Alun-alun kita benar-benar hidup,” tambah Gus Bem.


ASPAC ke-17 ini semakin memperkuat citra Gianyar sebagai Kota Seni dan Budaya. Nuansa lokal tampak sejak penyambutan delegasi, penataan venue, hingga bentuk piala dan penghargaan yang dirancang para seniman Gianyar dengan desain khas nan artistik.


“Kami ingin ASPAC menjadi sarana promosi budaya ke dunia internasional. Sekaligus menjadi media edukasi, tentang bagaimana merawat lingkungan dan pohon. Bonsai adalah simbol keharmonisan antara manusia dan alam,” pungkasnya.



Redaksi | ortibali.id

Editor: Redaksi Ortibali | Reporter: Tim Liputan Gianyar | Foto: Dokumentasi Panitia ASPAC

Berita lainnya tersedia di: www.ortibali.id

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan