GIANYAR | ortibali.id — Dalam rangka memperingati World Cerebral Palsy Day, Yayasan De Legong Anak Bangsa yang berlokasi di Banjar Samu, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, Gianyar, menggelar kegiatan sosial penuh makna bagi anak-anak berkebutuhan khusus, Minggu (12/10/2025).
Mengusung tema “2025 Millions of Reasons Campaign”, kegiatan ini diikuti ratusan anak penderita cerebral palsy dari berbagai wilayah di Bali. Selain menjadi ajang perayaan, kegiatan ini juga menegaskan hak-hak 17 juta orang di dunia yang hidup dengan kondisi cerebral palsy. Dalam kegiatan tersebut, anak-anak mendapatkan pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan, serta terapi yang difasilitasi oleh tenaga medis dan relawan.
Ketua Yayasan De Legong Anak Bangsa, Ni Putu Deasy Krisna Dewi Asmady, menyampaikan bahwa peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap anak-anak bangsa yang memiliki kebutuhan khusus.
“Anak-anak ini juga memiliki hak yang sama, bersekolah, dan yang terpenting bisa mandiri,” ujarnya.
Putu Deasy mengajak seluruh elemen masyarakat — termasuk pemerintah, rumah sakit, dokter, relawan, serta para orang tua — untuk ikut peduli dan memberikan layanan bagi anak-anak penderita cerebral palsy. Ia menegaskan bahwa kepedulian lintas sektor sangat dibutuhkan agar anak-anak tersebut dapat memperoleh hak yang sama dalam pendidikan, kesehatan, dan kehidupan sosial.
Menurut data yayasan, saat ini terdapat sekitar 370 anak penderita cerebral palsy yang sudah dan sedang menjalani perawatan di Yayasan De Legong Anak Bangsa.
Salah satu orang tua anak penerima layanan menyampaikan rasa terima kasihnya kepada yayasan karena telah memberikan terapi secara gratis. Ia berharap kegiatan seperti ini terus dilaksanakan agar semakin banyak anak-anak dengan kondisi serupa mendapatkan bantuan.
Lebih lanjut, Putu Deasy menjelaskan bahwa seluruh kegiatan yayasan hingga kini masih didanai secara mandiri dari pundi-pundi pribadi, sebagai wujud komitmen dan ketulusan untuk membantu anak-anak penderita cacat otak maupun cacat otot agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.
“Perayaan ini akan terus kami selenggarakan setiap tahun. Mari bersama-sama peduli terhadap anak-anak penderita cerebral palsy,” pungkasnya. se


