GIANYAR – ortibali.id, Upaya menjaga kualitas demokrasi tidak hanya menjadi tanggung jawab penyelenggara Pemilu. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda, dinilai menjadi fondasi utama terwujudnya demokrasi yang sehat dan berintegritas.
Komitmen tersebut terus digaungkan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Gianyar melalui pelibatan komunitas pengawas partisipatif dalam pendidikan politik. Kali ini, Bawaslu Gianyar menggandeng alumni Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) yang tergabung dalam komunitas SADARAKTI (Sahabat Demokrasi Rakyat Partisipatif) untuk memberikan edukasi politik kepada pelajar SMK Negeri 1 Sukawati, Selasa (27/1/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan SADARAKTI, Kadek Diva Hari Sutara, yang memberikan pemahaman dasar mengenai demokrasi dan kepemiluan kepada para siswa sebagai calon pemilih pemula. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan peran dan fungsi Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu dan Pemilihan agar berjalan sesuai prinsip jujur dan adil.
“Bawaslu tidak hanya bekerja saat tahapan Pemilu berlangsung, tetapi juga menjalankan fungsi pencegahan melalui pendidikan politik. Namun, pengawasan akan jauh lebih kuat jika masyarakat ikut terlibat secara aktif,” ujarnya.
Kadek Diva juga mengajak generasi muda untuk tidak bersikap apatis terhadap proses demokrasi. Menurutnya, sikap tidak peduli justru membuka peluang terjadinya praktik-praktik yang dapat merusak kualitas demokrasi.
“Generasi muda harus kritis dan berani peduli. Jangan pernah merasa suara kalian tidak penting, karena setiap suara menentukan arah bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Gianyar, Ni Luh Putu Reika Chrisyanti, mengatakan bahwa keberadaan komunitas SADARAKTI merupakan bagian dari strategi Bawaslu dalam memperkuat pengawasan partisipatif di tengah masyarakat.
“SADARAKTI menjadi perpanjangan tangan Bawaslu dalam menyebarkan nilai-nilai demokrasi. Melalui alumni P2P, pesan pendidikan politik dapat disampaikan secara lebih komunikatif dan dekat dengan generasi muda,” jelasnya.
Ia menambahkan, Bawaslu Gianyar berkomitmen untuk terus melaksanakan kegiatan pendidikan politik secara berkelanjutan sebagai investasi jangka panjang bagi demokrasi.
“Pendidikan politik sejak dini penting untuk membentuk pemilih yang cerdas, sadar hukum, dan berintegritas. Generasi muda hari ini adalah pemilih sekaligus pemimpin masa depan,” pungkas Reika.
Melalui sinergi Bawaslu dan komunitas pengawas partisipatif, diharapkan kesadaran politik generasi muda di Kabupaten Gianyar terus meningkat demi terwujudnya demokrasi yang partisipatif, berkualitas, serta berlandaskan nilai kejujuran dan keadilan.sr


