Gianyar – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gianyar menggelar pembinaan terhadap para pengusaha money changer di Balai Budaya Gianyar, Kamis (18/9). Sebanyak 105 pemilik usaha money changer diundang untuk mengikuti kegiatan tersebut, menyusul maraknya indikasi money changer tanpa izin di kawasan wisata.
Pembinaan dipimpin oleh Kabid Penegakan Perda dan Perkada Satpol PP Gianyar AA Agung Semara Putra bersama sejumlah OPD terkait. Kasatpol PP Gianyar, I Made Arianta, menegaskan bahwa kepatuhan perizinan menjadi salah satu fokus utama pengawasan.
“Sebagai destinasi wisata, Gianyar memiliki banyak pelaku usaha money changer yang perlu mendapat perhatian. Belakangan, ada indikasi pertumbuhan pesat money changer di kawasan wisata, sebagian baru berdiri dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Ini harus dibina agar sesuai aturan,” jelasnya.
Menurut Arianta, pembinaan ini juga merespons keluhan masyarakat dan wisatawan terkait layanan money changer yang tidak sesuai standar. Bahkan, beberapa waktu lalu sempat viral kasus dugaan kecurangan yang mencoreng citra Gianyar sebagai destinasi wisata.
“Ada indikasi penipuan yang dilakukan oknum pegawai money changer. Umumnya ini terjadi pada money changer yang belum berizin. Karena itu, pembinaan kepatuhan perizinan sangat penting,” tegasnya.
Satpol PP juga memberikan peringatan kepada pengusaha yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. “Mereka akan ditindaklanjuti dengan pembinaan lanjutan sekaligus pengecekan perizinan,” tambah Arianta.
Sementara itu, salah satu pemilik money changer asal Karangasem, Ketut Sumarda, mengakui kasus viral tersebut berdampak pada kepercayaan wisatawan. Namun, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan usaha secara jujur.
“Kami bahkan memiliki perjanjian dengan desa adat di lokasi usaha. Jika terbukti berbuat curang, kami siap menutup sendiri usaha kami,” ungkapnya.
Melalui pembinaan ini, Satpol PP Gianyar berharap seluruh pelaku usaha money changer dapat meningkatkan kepatuhan perizinan sekaligus menjaga citra Gianyar sebagai destinasi wisata yang aman dan terpercaya. (sr/id)


