KLUNGKUNG – ortibali.id, Pemerintah Kabupaten Klungkung menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dengan memperkuat komitmen lintas sektor guna memastikan pemenuhan hak dan perlindungan anak berjalan optimal, terencana, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Sosialisasi Kabupaten/Kota Layak Anak yang digelar di Klungkung, Senin (20/4). Kegiatan ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari perangkat daerah, organisasi masyarakat, hingga forum partisipasi publik.
Ketua Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (PUSPA) Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan seluruh pihak dalam memenuhi indikator KLA. Ia mengingatkan agar proses pengisian indikator tidak dilakukan secara formalitas semata.
“Berbicara tentang hak anak, saya minta bapak/ibu jangan setengah hati. Pengisian indikator KLA harus dilakukan dengan saksama dan sungguh-sungguh,” tegasnya.
Menurutnya, implementasi KLA tidak boleh hanya berorientasi pada pencapaian predikat atau penghargaan, melainkan harus mencerminkan komitmen nyata pemerintah daerah dalam menghadirkan kebijakan dan layanan yang berpihak pada anak.
Ia juga menyampaikan optimisme terhadap peningkatan capaian KLA Kabupaten Klungkung tahun ini, seiring dengan keterlibatan Forum PUSPA yang diketuai oleh Ibu Bupati Klungkung.
“Saya yakin predikat KLA Kabupaten Klungkung akan lebih baik dari tahun sebelumnya,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Provinsi Bali, A. A. Sagung Mas Dwipayani, menjelaskan bahwa pemenuhan indikator KLA tidak selalu membutuhkan anggaran besar. Menurutnya, kunci utama terletak pada sinergi dan optimalisasi program antarinstansi.
“Pemenuhan indikator dapat dilakukan dengan menyelaraskan program dan kegiatan yang sudah ada, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang anak secara optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan kolaboratif antar perangkat daerah menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem yang ramah anak, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.
Di tingkat daerah, Ketua Forum PUSPA Kabupaten Klungkung, Ny. Eva Satria, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Bali dalam mendorong terwujudnya KLA di Klungkung. Ia menilai sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten menjadi energi positif dalam meningkatkan kualitas perlindungan anak.
“Kami optimistis, dengan keterlibatan Forum PUSPA Kabupaten Klungkung, capaian KLA tahun ini akan meningkat,” ujarnya.
Sebagai bentuk konkret penguatan komitmen, kegiatan sosialisasi ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama oleh gugus tugas KLA Kabupaten Klungkung. Penandatanganan ini menjadi simbol kesepakatan lintas sektor untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan perlindungan anak, serta mendorong pembangunan daerah yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.
Program Kabupaten/Kota Layak Anak sendiri merupakan sistem pembangunan yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat, serta dunia usaha dalam rangka menjamin terpenuhinya hak-hak anak. Hal ini mencakup berbagai aspek, mulai dari hak sipil dan kebebasan, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan khusus.
Dengan langkah yang semakin terstruktur dan kolaboratif, Kabupaten Klungkung diharapkan mampu menjadi daerah yang tidak hanya meraih predikat KLA, tetapi juga benar-benar menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung masa depan generasi penerus.sr


