Budaya

Urban Sketchers Bali Rayakan 13 Tahun Perjalanan dengan Pameran “Story of Indonesia”

Kami tidak melalui kurasi seperti pameran biasanya

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 24 November 2025 • 11:41 WITA 3 mnt baca 190
Bagikan:

GIANYAR — Urban Sketchers (USK) Bali merayakan 13 tahun perjalanan komunitasnya dengan menggelar pameran sketsa bertajuk Story of Indonesia di Restoran Masa-Masa, Desa Ketewel, Sukawati, Gianyar. Pameran ini menampilkan 331 karya di atas kertas serta 90 sketchbook dari 111 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Pameran berlangsung mulai 22 November 2025 hingga 17 Januari 2026, dan terbuka untuk masyarakat umum.

Ketua USK Bali, Aditya Gunawan, menyampaikan bahwa pameran ini bukan sekadar ajang unjuk karya, tetapi juga selebrasi perjalanan komunitas yang selama 13 tahun tumbuh sebagai ruang inklusif bagi siapa pun yang ingin belajar sketsa.

“Kami tidak melalui kurasi seperti pameran pada umumnya karena ini adalah perayaan. Siapa pun anggota yang ingin memamerkan karya dipersilakan. Ada yang menyumbang satu karya, ada juga lima. Yang ingin kami tonjolkan adalah jurnalisme visual sekaligus sisi ‘raw’ dari proses para sketser,” jelasnya, Sabtu (22/11/2025).

Makna Tema: Potret Kehidupan Indonesia

Tema Story of Indonesia diinterpretasikan peserta melalui sudut pandang yang beragam. Ada yang menggambarkan kemacetan Jakarta, ada yang menangkap ketenangan Ubud. Objeknya pun luas—dari warung kaki lima hingga restoran mewah, dari lingkungan kumuh hingga kawasan elite.

Karya-karya tersebut merekam potret kehidupan lintas budaya, lintas tradisi, dan lintas keyakinan di Indonesia.

Aktivis USK Bali, Krishna Aditya, menyebut live sketching menjadi semacam dokumentasi perjalanan pribadi dan sejarah visual yang tidak dapat tergantikan.

“Ada satu gerbang di Semeru yang dulu saya gambar, sekarang sudah tidak ada. Lewat sketsa, saya bisa mengenang masa ketika sering memakai tinta China atau liquid graphite. Sketsa menjadi cerita untuk anak dan keponakan nanti,” ujarnya.

Dari Singapura ke Bali: Awal Gerakan

Pendiri USK Bali, Rudi Hao, mengenang awal perjumpaannya dengan komunitas urban sketch ketika bekerja di Singapura pada 2010.

“Saya sering melihat para lansia menggambar di ruang publik. Ketika saya tanya, ternyata itu Urban Sketching. Semua menggunakan alat gambar, bukan fotografi. Hampir setiap negara punya komunitas ini,” katanya.

Kini, komunitas tersebut berkembang pesat dan semakin inklusif. Di Bali saja terdapat hampir 200 anggota aktif, dengan 216 kali pertemuan yang digelar di berbagai lokasi.

Rangkaian Kegiatan Selama Pameran

Selain menikmati karya sketsa, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti:

Workshop sketsa

Sketch walk

Bazar alat gambar

Sesi diskusi dan sharing kreatif

Program-program ini diproyeksikan menarik tidak hanya seniman, melainkan juga pelajar, wisatawan, keluarga, hingga masyarakat umum yang ingin mencoba dunia sketsa.

Sketsa: Dari Hobi Menjadi Arsip Kehidupan

Pameran ini mengajak masyarakat melihat sketsa sebagai lebih dari sekadar hobi. Ia adalah bentuk dokumentasi visual, ruang refleksi, sekaligus cara menceritakan Indonesia dari sudut pandang personal.

Dengan keberagaman karya yang ditampilkan, USK Bali berharap pameran ini menjadi pintu gerbang bagi lebih banyak orang untuk berani mencipta dan merekam kehidupan melalui garis dan tinta.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan