Peristiwa

Zebra Agung 2025, Siap Tekan Pelanggaran dan Kecelakaan Menjelang Operasi Lilin

Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025.

ortibali.id
ortibali.id
Senin, 17 November 2025 • 22:01 WITA 3 mnt baca 373
Bagikan:

GIANYAR – ortibali.id, Polres Gianyar menggelar Apel Pasukan Operasi Zebra Agung 2025 pada Senin (17/11/2025) pagi di Lapangan Apel Tribarata Polres Gianyar. Operasi ini menjadi langkah awal untuk memperkuat keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) menjelang Operasi Lilin 2025.

Apel dipimpin Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma, S.I.K., M.H., dihadiri jajaran Forkopimda serta instansi terkait, termasuk Wakapolres Gianyar, para PJU, Kapolsek jajaran, Kepala Jasa Raharja Gianyar, Kepala BPBD Gianyar, dan perwakilan Kodim 1616 Gianyar.

Pasukan yang terlibat terdiri dari personel gabungan TNI–Polri, Dishub, BPBD, ASN Polres Gianyar, serta dukungan kendaraan dinas dari Sat Samapta, Sat Lantas, dan Seksi Kesehatan Polres Gianyar. Penyematan pita operasi oleh Kapolres menjadi tanda resmi dimulainya Operasi Zebra Agung 2025.

Tantangan Lalin Kian Kompleks

Dalam amanatnya, AKBP Chandra menyampaikan tema operasi tahun ini:

“Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Aman, Nyaman, dan Selamat Menjelang Pelaksanaan Operasi Lilin 2025.”

Ia menegaskan bahwa dinamika permasalahan lalu lintas semakin kompleks seiring pertumbuhan penduduk, peningkatan jumlah kendaraan, serta perkembangan layanan transportasi digital.

“Modernisasi sistem transportasi harus diimbangi dengan peningkatan inovasi dan kinerja Polri. Fungsi Lalu Lintas wajib mampu mengantisipasi berbagai dampak yang muncul,” ujarnya.

Kapolres juga menekankan empat amanat utama sesuai UU No. 22 Tahun 2009, yakni mewujudkan Kamseltibcarlantas, meningkatkan keselamatan dan menurunkan fatalitas korban, membangun budaya tertib berlalu lintas, serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Evaluasi Operasi 2024: Kasus Laka Naik, Kesadaran Masyarakat Rendah

AKBP Chandra memaparkan hasil evaluasi Operasi Zebra Agung 2024 yang menunjukkan peningkatan kasus kecelakaan sebesar 5 persen dan fatalitas mencapai 127 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, jumlah kejadian menurun 11 persen dibanding 14 hari sebelum operasi berlangsung.

Jenis pelanggaran terbanyak meliputi kelengkapan surat kendaraan, tidak memakai sabuk keselamatan, serta pelanggaran rambu dan marka jalan. Kapolres juga menyoroti rendahnya kesadaran sebagian pengendara, termasuk pengendara melawan arus, tidak memakai helm, hingga penggunaan bak terbuka untuk mengangkut orang.

Dilaksanakan 14 Hari, Kedepankan Tindakan Humanis

Operasi Zebra Agung 2025 berlangsung selama 14 hari, dari 17 hingga 30 November 2025. Operasi ini digelar serentak di seluruh Indonesia berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/26/1/OPS.4.5./2025.

Penindakan mengedepankan tindakan preemtif dan preventif, serta penegakan hukum terhadap pelanggaran kasat mata melalui ETLE statis, ETLE mobile, hingga peneguran langsung. Seluruh proses dilaksanakan secara humanis dengan menerapkan prinsip 3S (Senyum, Sapa, Salam).

Operasi ini memiliki sejumlah target capaian, di antaranya peningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas, penurunan angka kecelakaan dan fatalitas, pengurangan titik kemacetan, serta terciptanya situasi lalu lintas kondusif menjelang Operasi Lilin 2025.

Pesan Kapolres: Profesional, Bebas Pungli, Utamakan Keselamatan

Mengakhiri amanat, Kapolres berpesan agar seluruh personel menjaga keamanan dan keselamatan diri, mematuhi SOP, serta menghindari segala bentuk penyimpangan termasuk pungli.

“Dengan memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, saya nyatakan Operasi Kepolisian Kewilayahan ‘Zebra Agung 2025’ secara resmi dimulai,” tutupnya.sr

ortibali.id
Jurnalis Orti Bali

ortibali.id

Menyajikan liputan mendalam, faktual, dan aktual seputar dinamika kehidupan dan budaya Bali.

Lihat Semua Tulisan